Haining, Bharata Online - Pada hari Sabtu (26/9), para peneliti Tiongkok memaparkan temuan baru dari studi mereka mengenai fenomena gelombang pasang (tidal bore) Sungai Qiantang yang tersohor di dunia, yang berlokasi di Kota Haining, Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur, dengan mengumumkan terobosan dalam aspek evolusi lanskap, rekayasa pembentukan gelombang, dan analisis akustik.

Selama survei lapangan, tim peneliti menyaksikan fenomena langka berupa "gelombang kupu-kupu tiga lapis" (triple-bore butterfly).

"Tiga arus pasang yang saling bersilangan awalnya membentuk gelombang pasang segitiga, yang kemudian berkembang menjadi formasi berbentuk kupu-kupu," ujar Mu Jinbin, Wakil Kepala Institut Hidrolika dan Estuari Zhejiang, kepada para wartawan.

Di bagian Sungai Qiantang wilayah Yancang, Haining, struktur tanggul pengarah arus (spur dike) yang semula berbentuk trapesium menghasilkan tampilan gelombang pasang yang relatif seragam, karena air hanya mengalir melewati struktur tersebut. Otoritas setempat kemudian mengubah bentuk tiga tanggul pengarah arus guna menciptakan formasi gelombang pasang yang lebih bervariasi.

"Setelah modifikasi parsial pada tanggul pengarah arus, terbentuklah gelombang pasang yang menjulang tinggi serta gelombang pantul. Keberhasilan praktik rekayasa ulang bentuk gelombang pasang ini menandai langkah maju yang penting, beralih dari upaya pasif menghindari pasang surut menuju pengaturan aktif gelombang pasang," kata Mu.

Masyarakat di wilayah tersebut memiliki tradisi "mendengarkan suara pasang surut" yang telah berlangsung selama berabad-abad. Untuk mempelajari lanskap akustik gelombang pasang secara ilmiah, para peneliti menggunakan peralatan perekaman digital dengan teknologi artificial-head (kepala tiruan) guna menangkap suara pasang surut dan menganalisis karakteristik akustiknya secara kuantitatif.

Tim peneliti menyatakan bahwa langkah selanjutnya adalah mengembangkan model yang menghubungkan suara gelombang pasang dengan ketinggian serta kecepatan rambat gelombang, sekaligus memperluas cakupan penelitian mereka ke wilayah estuari besar lainnya.