Islamabad, Radio Bharata Online - Perdana Menteri Pakistan, Shahbaz Sharif, pada hari Senin (7/8) mengatakan Perusahaan-perusahaan Tiongkok yang bekerja di bawah Koridor Ekonomi Tiongkok-Pakistan atau China-Pakistan Economic Corridor (CPEC) telah memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap promosi industri Pakistan di berbagai bidang.

Saat berpidato dalam sebuah upacara penghargaan yang diselenggarakan untuk menghormati kontribusi perusahaan-perusahaan Tiongkok yang beroperasi di Pakistan di bawah CPEC, Sharif mengatakan bahwa kontribusi mereka tidak hanya mengarah pada penciptaan peluang kerja dan produksi industri, tetapi juga semakin memperkuat ikatan persaudaraan dan ekonomi.

Perdana Menteri tersebut mencatat bahwa kedua negara baru-baru ini merayakan ulang tahun ke-10 CPEC di bawah Prakarsa Sabuk dan Jalan atau Belt and Road Initiative (BRI), sebuah visi yang sangat inovatif dari kepemimpinan Tiongkok.

"Sekarang kita memasuki fase kedua dari CPEC, yang merupakan koridor hijau, yang merupakan inovasi, yang merupakan koridor TI, yang merupakan zona ekonomi khusus," ujar Sharif.

Ia mengatakan semua ini akan dilaksanakan dalam berbagai mode kerangka kerja bisnis-ke-bisnis di bawah payung kedua pemerintah.

Berbicara pada kesempatan tersebut, Pang Chunxue, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Tiongkok di Pakistan, mengatakan bahwa melalui upaya bersama kedua negara di berbagai bidang, termasuk 29 perusahaan yang dianugerahi penghargaan pada upacara ini, CPEC telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi pembangunan sosial ekonomi Pakistan.

Pang juga mengatakan bahwa hal ini telah menjadi simbol khas kerja sama Tiongkok-Pakistan dan proyek percontohan BRI.

Diluncurkan pada tahun 2013, CPEC, proyek unggulan dari BRI yang diusulkan oleh Tiongkok, adalah sebuah koridor yang menghubungkan pelabuhan Gwadar di barat daya Pakistan dengan Kashgar di barat laut Daerah Otonomi Xinjiang Uygur, Tiongkok, yang menyoroti kerja sama energi, transportasi, dan industri.