Amerika Serikat, Bharata Online - Warga di Amerika Serikat memiliki harapan besar terhadap kunjungan kenegaraan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, ke AS. Mereka berharap kunjungan ini dapat semakin meningkatkan hubungan bilateral antara Tiongkok dan AS serta membantu mengatasi sejumlah masalah utama.
Xi tiba di AS pada hari Rabu (23/9) untuk memulai kunjungan kenegaraan selama tiga hari atas undangan Presiden AS, Donald Trump. Kunjungan ini dilakukan setelah Trump sendiri melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok pada bulan Mei 2026, yang merupakan kunjungan pertama oleh seorang presiden AS dalam kurun waktu hampir sembilan tahun.
Dalam wawancara di jalanan dengan China Global Television Network (CGTN), warga menyatakan harapan agar pertemuan tatap muka antara Xi dan Trump dapat mengatasi kesalahpahaman dan memberikan dorongan kemajuan yang sangat dibutuhkan bagi hubungan bilateral kedua negara.
"Menurut saya, sangat bagus mereka bertemu secara tatap muka seperti ini, karena hal itu baik untuk aspek kemanusiaan. Penting untuk mengingat hal tersebut saat kita berhadapan dengan berbagai isu abstrak seperti kecerdasan buatan (AI), perdagangan, dan semua masalah yang dihadapi kedua negara kita," ujar Warga AS, Alexander Adams.
"Menurut saya, akan luar biasa jika hasilnya positif dan mereka mempertimbangkan kembali kebijakan tarif tersebut. Saya bekerja di bidang energi surya, dan ada kekhawatiran besar bahwa panel surya akan menjadi jauh lebih mahal dan banyak teknologi akan terdampak—hal ini akan membuat upaya keberlanjutan menjadi lebih sulit dan lebih mahal daripada sebelumnya. Jadi, saya berharap situasinya bisa membaik," kata Zoey Burlow, yang bekerja di sektor energi.
Di dunia yang penuh gejolak saat ini, banyak orang berharap melihat kedua negara besar tersebut lebih banyak bekerja sama untuk menemukan solusi bagi masalah-masalah global yang mendesak.
"Saya berharap komunikasi dapat membangun kemitraan yang lebih baik, bukan sekadar saling menebar ketakutan," kata Brandon Lowens, warga lainnya.
"Saya ingin melihat kerja sama antara semua negara di dunia ini. Kita membutuhkannya," ujar warga bernama Anna Pilar Vallejo.
"Saya berharap mereka bisa menjalin kerja sama di bidang AI. Menurut saya, hal itu sangat dibutuhkan," kata Sebastian Vazquez, warga lainnya.