Beijing, Bharata Online - Data pemantauan dari Pusat Iklim Nasional Tiongkok menunjukkan bahwa peristiwa El Nino super secara resmi terbentuk pada bulan September 2026.
Zhao Junhu, Kepala Prakirawan di pusat tersebut, mengatakan bahwa wilayah Pasifik khatulistiwa bagian tengah dan timur memasuki kondisi El Nino pada bulan Mei tahun ini, dengan suhu permukaan laut di wilayah pemantauan utama meningkat secara cepat dan terus-menerus dari bulan Mei hingga September.
Rata-rata bergerak tiga bulan dari indeks suhu permukaan laut (sea surface temperature/SST) di wilayah pemantauan telah tetap berada di atas 0,5 derajat Celcius selama lima bulan berturut-turut. Indeks tersebut melampaui 2,5 derajat Celcius pada periode Juli–September 2026, sehingga memenuhi ambang batas untuk fenomena El Niño super.
Peristiwa ini diklasifikasikan sebagai El Nino tipe Pasifik timur, dengan suhu permukaan laut terhangat terkonsentrasi di wilayah Pasifik khatulistiwa bagian timur.
Data pemantauan menunjukkan bahwa suhu permukaan laut di sebagian besar wilayah Pasifik khatulistiwa pada bulan September 2026 berada di atas rata-rata periode yang sama, dengan suhu di zona air hangat (warm pool) Pasifik timur melampaui rata-rata klimatologis sebesar lebih dari 3 derajat Celsius.
Indeks SST untuk wilayah pemantauan tersebut mencapai 2,94 derajat Celsius pada bulan September 2026, naik 0,35 derajat Celsius dari bulan Agustus 2026. Rata-rata indeks untuk periode Juli-September tahun ini tercatat sebesar 2,54 derajat Celsius.
Zhao mengatakan, berdasarkan kombinasi model iklim dinamis domestik maupun internasional serta metode prakiraan statistik, pusat tersebut memperkirakan suhu permukaan laut di Pasifik khatulistiwa bagian tengah dan timur akan terus meningkat selama tiga bulan ke depan, dan mencapai puncaknya pada akhir musim gugur atau awal musim dingin.
Ia juga menambahkan bahwa peristiwa ini diperkirakan akan menjadi El Nino terkuat yang pernah tercatat sejak pemantauan sistematis dimulai.