Beijing, Bharata Online - Presiden Slowakia, Peter Pellegrini, pada hari Rabu (29/7) menyatakan bahwa negaranya mendukung dialog antara Tiongkok dan Uni Eropa (UE) serta siap menjadi "pulau yang aman" bagi investasi Tiongkok di kawasan blok tersebut.
Dalam kunjungan kenegaraannya ke Tiongkok dari hari Senin (27/7) hingga Rabu (29/7), Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengadakan pembicaraan dengan Pellegrini dan meminta Slowakia untuk memainkan peran konstruktif dalam mendorong perkembangan hubungan Tiongkok-UE yang sehat dan stabil.
Slowakia termasuk salah satu negara pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Tiongkok dan salah satu negara Eropa paling awal yang terlibat dalam kerja sama Sabuk dan Jalan. Dalam konteks ini, Pellegrini membahas peran negaranya dalam mendorong kerja sama Tiongkok-UE saat diwawancarai oleh China Media Group (CMG).
"Menurut saya, kerja sama adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah ini, dan Slowakia akan mendukung dialog semacam itu antara Uni Eropa dan Tiongkok. Saya memantau dengan saksama adanya ketegangan saat ini antara Tiongkok dan Uni Eropa. Pandangan saya—dan demikian pula seharusnya peran Slowakia, sebagaimana telah kami diskusikan dengan Bapak Presiden—adalah kita harus berupaya menyelesaikan masalah atau ketegangan kecil ini melalui dialog, bukan dengan memulai isolasi atau konfrontasi; karena hanya kerja sama yang dapat menghasilkan solusi atau situasi saling menguntungkan (win-win), bukan konfrontasi. Kita harus menghindari konfrontasi," ujar Pellegrini.
"Pada akhirnya, kita akan menemukan solusi yang menciptakan posisi saling menguntungkan bagi Tiongkok dan Uni Eropa. Kami mempromosikan Slowakia sebagai 'pulau yang sangat aman' bagi investasi Tiongkok di wilayah UE untuk masa depan. Hal ini dimungkinkan karena adanya kepercayaan serta lingkungan yang kondusif bagi para pengusaha Tiongkok di sana. Tentu saja, hal ini—dipadukan dengan hubungan tingkat tinggi dan persahabatan yang erat dengan Tiongkok—menjadi kombinasi sempurna untuk menarik lebih banyak investasi Tiongkok ke Slowakia," ungkapnya.