Beijing, Radio Bharata Online - Guyana telah berpegang teguh pada kebijakan satu Tiongkok sejak menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok lebih dari 50 tahun yang lalu, Presiden Guyana Irfaan Ali mengatakan pada hari Selasa (1/8) lalu.
Ali tiba di Chengdu, ibukota provinsi Sichuan di barat daya Tiongkok, pada tanggal 27 Juli 2023 untuk menghadiri upacara pembukaan FISU World University Games edisi musim panas ke-31 pada tanggal 28 Juli, dan mengunjungi Tiongkok. Dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network, ia menekankan bahwa sikap Guyana terhadap kebijakan tersebut tidak berubah.
"Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas bahwa kami mendukung kebijakan satu Tiongkok. Ini telah menjadi posisi kami selama ini sepanjang ulang tahun ke-54 hubungan diplomatik kami dengan Tiongkok. Kami telah secara konsisten menyatakan hal ini secara jelas dan terbuka, sehingga kami melihat hubungan kami dengan Tiongkok sebagai hubungan yang mengejar kemajuan sosial-ekonomi rakyat kami," kata Ali.
"Kami tidak melihat diri kami sebagai negara yang mempromosikan perpecahan, kami ingin menjadi negara yang menyatukan masyarakat, kami ingin menjadi negara yang menyatukan bangsa. Kami tidak akan menempatkan diri kami dalam situasi yang menguji prinsip-prinsip kami. Dan salah satu prinsip yang secara konsisten kami pegang adalah kebijakan satu Tiongkok, dan sama sekali tidak perlu diperdebatkan lagi," tambah presiden.
Tiongkok dan Guyana menandatangani deklarasi bersama pada hari Senin (31/7) lalu. Guyana menegaskan kembali dukungannya untuk kebijakan satu Tiongkok dan menegaskan inisiatif yang diusulkan Tiongkok termasuk Prakarsa Sabuk dan Jalan, Inisiatif Pembangunan Global, Inisiatif Keamanan Global, dan Inisiatif Peradaban Global.
Presiden Xi Jinping bertemu dengan Ali di Chengdu pada hari Jum'at (28/7), dan Perdana Menteri Li Qiang bertemu dengannya di Beijing pada hari Minggu (30/7).