JAKARTA, Radio Bharata Online - RI dilaporkan telah mendaftarkan diri untuk bergabung dalam aliansi dagang BRICS. Hal ini dimuat dalam Spectator Index, akun twitter yang berbasis di Melbourne Australia pekan lalu.
Dalam keterangannya, akun yang dikelola oleh Dr. Latief Halimi dan memiliki 2 juta pengikut itu menyebutkan, Indonesia mendaftar aliansi yang diikuti Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan itu, bersama 12 negara lainnya. Negara-negara tersebut mencakup Arab Saudi, Venezuela, Iran, Meksiko, dan Argentina.
Hal ini kemudian ditanggapi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dihadapan wartawan kemarin. Usai peresmian Indoor Multifunction Stadium (IMS) atau Indonesia Arena di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jokowi menegaskan, saat ini hal tersebut belum dalam tahap keputusan.
Perlu diketahui, kelompok BRICS menyumbang lebih dari 40% populasi dunia dan sekitar 26% ekonomi global. Kelompok ini seringkali dipandang, sebagai forum alternatif bagi negara-negara di luar saluran diplomatik yang didominasi oleh kekuatan Barat.
Awal 2023, BRICS mewacanakan mengeluarkan mata uang baru untuk menggantikan dolar AS yang mendominasi perdagangan global. Usulan dedolarisasi ini digagas oleh Rusia yang mengalami kesulitan melakukan bisnis, pasca sanksi ekonomi dan keuangan pada Moskow akibat perang di Ukraina.
Sementara itu, BRICS sendiri akan melakukan KTT pada akhir Agustus mendatang di Afrika Selatan, dimana kemungkinan akan membahas isu terkait anggota baru.
Sebenarnya, Presiden Jokowi juga dikabarkan akan melakukan kunjungan kerja ke Afrika Selatan dalam bulan ini berkaitan dengan KTT BRICS. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membenarkan rencana itu, meski belum bisa memastikan kapan.
Menurut Menlu Retno, rencana kunjungan Presiden ke Afsel saat ini masih dalam koordinasi. (CNBC)