New York, Radio Bharata Online - Seorang utusan Tiongkok pada hari Kamis (3/8) menyerukan kepada komunitas internasional untuk memperbaiki sistem tata kelola pangan dan pertanian global, dengan fokus pada akar penyebab kerawanan pangan.

Saat ini, situasi ketahanan pangan global menghadapi tantangan yang lebih besar. Ketika menangani masalah-masalah yang mendesak, komunitas internasional harus fokus pada akar masalah dan melakukan tinjauan sistematis terhadap situasi ini untuk menyelesaikan masalah ini secara menyeluruh, ujar Zhang Jun, perwakilan tetap Tiongkok untuk PBB.

"Korban yang paling parah terkena dampak krisis pangan adalah negara-negara berkembang, tanpa terkecuali. Kerawanan pangan pada dasarnya adalah hasil dari pembangunan yang tidak memadai dan tidak seimbang di seluruh dunia, dan merupakan wujud nyata dari kesenjangan pembangunan antara Utara dan Selatan. Hal ini terkait erat dengan sistem produksi dan perdagangan pangan yang sudah berlangsung lama, tidak adil dan tidak masuk akal, serta sistem tata kelola global secara keseluruhan," paparnya dalam debat terbuka Dewan Keamanan PBB mengenai kelaparan dan kerawanan pangan global yang dipicu oleh konflik.

Zhang menambahkan bahwa komunitas internasional harus mengatasi gejala dan akar penyebabnya, memperbaiki peraturan dan regulasi, dan mengambil langkah-langkah komprehensif untuk mencapai tujuan tanpa kelaparan di tahun 2030 seperti yang telah direncanakan.

Zhang menyerukan agar berbagai tantangan termasuk kerawanan pangan diatasi dengan semangat persatuan dan saling menguntungkan. Menurutnya, tindakan yang mempengaruhi ketahanan pangan global dan kerja sama internasional, seperti sanksi sepihak, memisahkan dan memutuskan rantai pasokan, mengganggu ketertiban pasar dan menekan perusahaan dari negara lain, harus ditentang dengan tegas.

Dengan menegaskan kembali peran positif dari Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam dan MoU tentang ekspor biji-bijian dan pupuk Rusia dalam menjaga ketahanan pangan global, Zhang mengatakan bahwa Tiongkok berharap ekspor makanan dan pupuk dari Rusia dan Ukraina akan dipulihkan sesegera mungkin.

Utusan Tiongkok itu juga menyerukan untuk menjembatani kesenjangan pembangunan antara Utara dan Selatan dengan lebih cepat, dan meningkatkan sistem tata kelola pangan dan pertanian global.