BEIJING, Radio Bharata Online – Tiongkok dan ASEAN menegaskan kembali pentingnya solidaritas dan kerja sama dalam menghadapi tantangan, dan menjanjikan hubungan yang lebih dekat dan lebih kuat di masa depan. Penegasan itu terungkap saat Pekan ASEAN-Tiongkok pertama 2023, berlangsung di Fuzhou Tiongkok Timur pada Jumat, dua hari sebelum peringatan Hari ASEAN yang ke-56.
Pekan ASEAN-Tiongkok diselenggarakan bersama oleh ASEAN-China Center (ACC), dan Kantor Urusan Luar Negeri Pemerintah Provinsi Fujian, dan Pemerintah Kota Fuzhou. Lebih dari 300 pejabat senior pemerintah, utusan diplomatik, pengusaha dan ahli think tank dari ASEAN dan Tiongkok menghadiri acara yang akan berlangsung hingga 11 Agustus.
Selama forum bertema utama tentang "Kemitraan Strategis Komprehensif ASEAN-Tiongkok yang Berwawasan ke Depan di Era Baru", perwakilan Tiongkok dan negara-negara ASEAN menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas kawasan.
Shi Zhongjun, Sekretaris Jenderal ASEAN-China Center, dalam pidato pembukaannya pada hari Minggu mengatakan, terlepas dari kompleksitas dalam situasi internasional, ASEAN telah berhasil menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan, dan mempertahankan momentum pertumbuhan yang baik.
Shi mengatakan bahwa ASEAN adalah salah satu kawasan paling dinamis, dan memimpin pemulihan dunia pasca pandemi.
Sesi-sesi non-politik selama acara tersebut berusaha untuk mendobrak penghalang antara orang ke orang, untuk menghindari kecurigaan yang tidak perlu, untuk berjaga-jaga jika pihak ketiga menyebarkan perselisihan, dan menghasut populisme ketika ada kesalahpahaman.
Dalam Forum Kerjasama Perdagangan dan Investasi ASEAN-Tiongkok pada Minggu sore, tiga platform layanan publik di bawah skema Dua Negara dan Taman Kembar Tiongkok-Indonesia diresmikan. Perjanjian kerangka kerja sama strategis untuk sembilan proyek, di bawah skema tersebut juga ditandatangani.
Sesi seperti karnaval gourmet, pekan film ASEAN, dan konser simfoni ASEAN-Tiongkok, diadakan pada hari pembukaan. (Global Times)