Washington D.C., Bharata Online - Sejumlah mahasiswa di ibu kota AS menyampaikan pandangan mereka mengenai inisiatif Tiongkok untuk mengundang 100.000 anak muda Amerika agar berkunjung ke negara tersebut guna mengikuti program pertukaran dan studi dalam lima tahun ke depan.

Program ini diumumkan oleh Presiden Tiongkok, Xi Jinping, saat berpidato dalam acara penyambutan di Gedung Putih selama kunjungannya ke Amerika Serikat dari hari Rabu (23/9) hingga Jumat (25/9).

Banyak mahasiswa yang diwawancarai menyatakan harapan mereka untuk mengunjungi tempat-tempat terkenal di Tiongkok seperti Beijing, Shanghai, dan Guangdong.

"Ayah saya pernah ke Tiongkok untuk urusan pekerjaan dan beliau sangat menyukainya, jadi saya ingin sekali pergi ke sana suatu saat nanti. Mungkin ke Shanghai. Itu tempat yang dikunjungi ayah saya, dan beliau sangat menyukainya," ujar seorang mahasiswa.

"Saya pernah mendengar tentang Guangdong. Saya juga tahu soal tim bola basketnya," kata mahasiswa lainnya.

Banyak mahasiswa sependapat bahwa memberikan kesempatan bagi lebih banyak anak muda Amerika untuk merasakan langsung budaya Tiongkok akan bermanfaat bagi kedua negara.

"Menurut saya, kesempatan untuk terhubung dengan budaya-budaya tersebut sangatlah keren. Saya sangat menyukai gagasan itu. Mengundang kami ke Tiongkok adalah ide yang hebat. Itu luar biasa," kata seorang mahasiswa.

"Saya merasa... soal budayanya. Menurut saya, mendapatkan kesempatan untuk menyelami budaya yang berbeda itu sangat penting," ujar mahasiswa lainnya.

"Tentu ada manfaatnya bepergian ke tempat lain dan mempelajari budaya lain. Jadi, menurut saya hal itu bisa bermanfaat," kata mahasiswa yang lain lagi.

Selain pertukaran budaya, para mahasiswa juga meyakini bahwa anak muda Amerika bisa belajar banyak dari masyarakat Tiongkok.

"Bagi saya pribadi, yang menarik adalah skalanya, mengingat banyaknya jumlah penduduk yang tinggal di Tiongkok. Saya pasti tertarik untuk melihat bagaimana sistem itu berjalan, terutama di kota-kota besar," kata seorang mahasiswa.

"Saya ingin tahu seperti apa masyarakat di sana. Bagaimana pandangan mereka tentang dunia? Tentang bagaimana seharusnya dunia ini?" ujar salah satu mahasiswa. "Menurut saya, Tiongkok itu luar biasa. Mereka jauh lebih maju. Kita menganggap diri kita sebagai bagian dari dunia Barat, namun saya merasa mereka jauh lebih maju dibandingkan kita dalam berbagai hal. Saya tahu AI dan bidang medis sedang menjadi sorotan saat ini, dan menurut saya Tiongkok telah mencapai kemajuan pesat di bidang tersebut. Jadi, mungkin itulah alasannya," ujar seorang mahasiswa.

Para mahasiswa juga berharap program ini dapat membantu mempererat hubungan Tiongkok-AS, mendorong pertukaran pendidikan, serta memperluas wawasan para pesertanya.

"Lebih baik jika kedua negara saling terhubung dan membangun hubungan yang lebih baik di masa mendatang. Menurut saya, hal itu penting bagi perdamaian dan kemakmuran dunia," kata seorang mahasiswa.

"Menurut saya, ini hal yang sangat bagus. Perpaduan berbagai budaya serta pendidikan merupakan hal yang bersifat global. Adanya mahasiswa dari berbagai penjuru yang datang untuk mengikuti kelas di berbagai tempat—itu sungguh luar biasa," ujar mahasiswa lainnya.

"Dunia ini jauh lebih luas daripada apa yang ada tepat di hadapan kita. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari beragam cara pandang terhadap berbagai hal di seluruh dunia. Jadi, menurut saya program ini bisa sangat bermanfaat dari sudut pandang tersebut," ungkap seorang mahasiswa.