QINZHOU, Bharata Online – Otoritas pengelola proyek Kanal Pinglu di Daerah Otonomi Etnis Zhuang Guangxi, Tiongkok selatan, berhasil membangun dan mengoperasikan jalur lintasan ikan (fishway) khusus di Pusat Pengendalian Qingnian (Qingnian Hub), Kota Qinzhou. Fasilitas ramah lingkungan ini memulihkan jalur migrasi alami bagi biota perairan, yang sempat terputus selama 66 tahun sejak pembangunan Pintu Air Qingnian pada tahun 1959.
Wu Qian, Insinyur Departemen Manajemen Proyek dari Guangxi Pinglu Canal Construction Co., Ltd., kepada jurnalis Media Mitra ASEAN mengatakan, jalur lintasan ikan yang membentang sepanjang kurang lebih 480 meter ini merupakan lintasan migrasi ikan, di zona pasang surut,pertama di Tiongkok. Fasilitas tersebut dirancang dengan sistem saluran ganda yang memadukan konstruksi celah vertikal, serta jalur panjat khusus pertama di Tiongkok bagi belut dan kepiting kecil, yang secara naluriah harus kembali berenang atau merayap ke hulu sungai untuk berkembang biak.
Menurut Wu, untuk memastikan berbagai spesies ikan dengan ukuran tubuh yang beragam dapat melintas dengan aman, para insinyur melengkapi saluran ini dengan 120 ruang kolam, dan 3 kolam istirahat, guna membantu ikan memulihkan tenaga saat berenang melawan arus. Jalur tanjakan dibuat bertekstur kasar dan antiselip, yang memudahkan belut serta kepiting merayap melewati bendungan.
Di dalam ruang kendali Pusat Pengendalian Qingnian, pengelola memanfaatkan teknologi sonar dan sistem pengenalan berbasis kecerdasan buatan (AI), untuk melacak pergerakan ikan secara real-time. Sistem ini secara otomatis mencatat data hidrologi, jumlah populasi, hingga jenis spesies yang melintas. Selain itu, tersedia pula ruang observasi bawah air dengan jendela akrilik besar, yang memungkinkan peneliti memantau langsung pergerakan ikan.
Sejak peralatan pemantauan mulai diaktifkan pada 2025 hingga Oktober 2026, tercatat lebih dari 83.400 ekor ikan telah berenang menuju hulu, dan lebih dari 122.200 ekor bergerak menuju hilir. Lebih dari 10 spesies ikan lokal, termasuk ikan barbel chub dan ikan karper lumpur (mud carp), telah memanfaatkan koridor ini untuk menyelesaikan siklus migrasi alami mereka.
Pembangunan jalur lintasan ikan ini merupakan bagian integral dari konsep "Rekayasa Hijau" pada proyek Kanal Pinglu, jalur air modern sepanjang 134,2 kilometer yang resmi beroperasi penuh pada 16 September 2026. Selain memfasilitasi biota air, proyek kanal penghubung Sungai Xijiang dan Teluk Beibu tersebut, juga dilengkapi jembatan penyeberangan satwa liar darat, serta program relokasi puluhan ribu pohon bakau demi menjaga keseimbangan ekosistem setempat. (Bharata Online)