BEIJING, Bharata Online - Rencana aksi yang diterbitkan oleh Komisi Penghijauan Beijing, menyebutkan bahwa Kota Beijing berencana membangun 100 taman habitat dan desa, dalam lima tahun ke depan, untuk melindungi pohon-pohon kuno dan pohon penting lainnya.

Sebagai ibu kota bagi berbagai dinasti seperti Ming dan Qing, kota ini masih memiliki puluhan ribu pohon yang berusia lebih dari satu abad, dengan pohon tertua berusia sekitar 3.500 tahun.

Rencana tersebut menetapkan empat inisiatif utama, yang mencakup peningkatan sistem perlindungan dan pengelolaan, konservasi yang lebih terarah, inovasi berbasis teknologi, serta pelestarian dan pemanfaatan kreatif budaya terkait pohon kuno.

Menjelang tahun 2030, Beijing menargetkan pembentukan basis data yang terstandar mengenai pohon kuno dan pohon penting, serta penciptaan 10 landmark ekologis dan budaya, yang berpusat pada pohon kuno di kawasan kota tua, di samping pembangunan 100 taman habitat dan desa khusus pohon kuno. 

Kota ini juga berencana melaksanakan upaya perlindungan preventif dan restorasi terhadap lebih dari 3.000 pohon, serta mengumpulkan dan melestarikan sumber daya genetik dari 100 pohon kuno yang langka dan terancam punah.

Untuk mengurangi risiko pohon tumbang saat cuaca ekstrem, rencana tersebut menyerukan peningkatan mekanisme perlindungan darurat. Inspeksi akan difokuskan pada pohon-pohon di area ramai—termasuk tepi jalan, taman, dan tempat wisata—serta pohon yang berisiko tinggi tumbang akibat pembusukan batang bagian dalam, batang yang miring, atau ketidakseimbangan antara akar dan tajuk pohon. 

Beijing juga akan memperluas partisipasi publik melalui program adopsi pohon, dengan mendorong organisasi kemasyarakatan, kelompok sosial, dan warga untuk turut serta melindungi pohon-pohon kuno. (CGTN)