Beijing, Bharata Online - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dan Presiden Botswana, Duma Gideon Boko, mengumumkan peningkatan hubungan bilateral menjadi kemitraan kerja sama strategis komprehensif saat keduanya bertemu di Beijing pada hari Selasa (13/10).

Seraya mengapresiasi persahabatan tradisional antara kedua negara, Xi menyatakan bahwa Tiongkok dan Botswana harus terus saling mendukung pembangunan masing-masing serta berkontribusi terhadap pembangunan dan kemajuan global.

"Saya pernah mengatakan bahwa persahabatan antara Tiongkok dan Botswana harus bersinar cemerlang dan bertahan abadi layaknya berlian. Hal ini merupakan gambaran nyata dari perjalanan hubungan bilateral kita. Pada tahun 1970-an, sebelum kedua negara menjalin hubungan diplomatik, Botswana memberikan suara untuk mendukung pemulihan kursi sah Republik Rakyat Tiongkok di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kini, saat kita bahu-membahu mengejar impian modernisasi, kita sedang menorehkan babak baru dalam persahabatan Tiongkok-Botswana. Kita harus mengingat kembali perjalanan saling mendukung dan saling mengandalkan yang telah kita lalui, serta menapaki jalan luas pengembangan hubungan Tiongkok-Botswana di era baru ini demi berkontribusi pada pembangunan dan kemajuan global. Oleh karena itu, saya mengusulkan agar kedua negara kita meningkatkan hubungan bilateral menjadi kemitraan kerja sama strategis komprehensif," ujar Xi.

Boko, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok pada tanggal 12 hingga 17 Oktober 2026 atas undangan Xi, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan yang diawali dengan perjalanan ke Provinsi Fujian di Tiongkok Timur, tempat Xi pernah bertugas selama bertahun-tahun sebagai pejabat senior provinsi.

"Izinkan saya mengucapkan terima kasih karena telah mengundang saya untuk mengunjungi Tiongkok, negara yang hebat dan indah ini. Kunjungan saya ke Tiongkok dimulai dengan persinggahan singkat di Fuzhou (di Provinsi Fujian), tempat Yang Mulia (Presiden Xi) pernah mengabdi secara luar biasa selama 17 setengah tahun. Teladan itulah yang akan diambil dan ingin ditiru oleh Botswana. Kami bersyukur mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Anda," kata Boko kepada Xi.