Beijing, Bharata Online - Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok mendesak Filipina untuk menghentikan provokasi di Laut Tiongkok Selatan.
Kementerian itu menuduh sebuah kapal Filipina sengaja menyebabkan tabrakan di dekat Xianbin Jiao pada tanggal 18 September dengan mengubah arah dan memotong jalur di depan haluan kapal Penjaga Pantai Tiongkok.
Tindakan pihak Filipina merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok, Jiang Bin, dalam konferensi pers hari Kamis (24/9) di Beijing.
"Penjaga Pantai Tiongkok telah memberikan rincian mengenai situasi tersebut. Faktanya jelas dan buktinya tak terbantahkan. Tidak ada ruang bagi pihak Filipina untuk berdalih tanpa malu atau membesar-besarkan masalah ini. Kapal pemerintah Filipina sedang menjalankan misi provokatif di perairan dekat Xianbin Jiao di wilayah Nansha Qundao Tiongkok, serta melakukan manuver berbahaya, seperti memotong jalur secara tiba-tiba, untuk sengaja menabrak kapal Tiongkok. Tindakan semacam itu sangat mengancam keselamatan awak dan kapal Tiongkok, serta melanggar hukum internasional dan norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional," ujar Jiang.
"Berlagak sebagai korban dan menyebarkan narasi palsu tidak dapat mengubah sifat provokatif dan ilegal dari perilaku pihak Filipina. Pihak Tiongkok akan terus mengambil langkah-langkah efektif untuk secara tegas menjaga kedaulatan wilayah serta hak dan kepentingan maritim kami, sekaligus menjunjung tinggi perdamaian dan stabilitas di Laut Tiongkok Selatan," kata Jiang.