Jakarta, Bharata Online - Film Tiongkok yang sukses besar di box office, "Dear You", tayang perdana di Jakarta pada hari Rabu (5/8) menjelang rilis teatrikal nasionalnya, menarik penonton dari kalangan politik, bisnis, dan budaya, baik dari Tiongkok maupun Indonesia.
Film yang dalam bahasa Mandarin dikenal dengan judul "Love Letters to Grandma" ini seluruhnya menggunakan dialek Chaoshan atau Tiochiu. Kisahnya berpusat pada "qiaopi", sebuah bentuk korespondensi unik yang memadukan surat dan pengiriman uang yang dikirimkan ke kampung halaman oleh generasi awal perantau Tionghoa pada abad ke-19 dan ke-20.
Berlatar belakang budaya Tionghoa Tiochiu yang khas, narasi film ini menyoroti pengalaman diaspora yang bersejarah, serta mengangkat tema-tema universal tentang perpindahan tempat tinggal, nostalgia, dan kenangan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Sejak pertama kali dirilis pada 30 April 2026 di Tiongkok Daratan, film drama beranggaran rendah ini telah melampaui segala ekspektasi box office dengan meraup pendapatan lebih dari 275 juta dolar AS (sekitar 4,9 triliun rupiah).
Penayangan perdana di Jakarta ini disambut dengan antusiasme tinggi. Penggambaran film yang menyentuh tentang masa-masa penuh kesulitan serta kisah di balik surat-surat bersejarah tersebut sangat menggugah perasaan komunitas Tionghoa perantauan, bahkan membuat banyak penonton meneteskan air mata. Film ini juga memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada penonton mengenai budaya tradisional Tionghoa dan sejarah diaspora Tionghoa di Asia Tenggara.
"Film ini tidak hanya memiliki alur cerita yang memikat, tetapi juga menampilkan keindahan budaya tradisional Tionghoa. Sebagai contoh, cara mengungkapkan emosi melalui surat yang disebut 'qiaopi' masih menyentuh hati banyak orang hingga saat ini. Menurut saya, film ini sangat layak meraih kesuksesan komersial dan ulasan positif di Tiongkok," ujar seorang kritikus film Indonesia kepada China Media Group (CMG) setelah menyaksikan film tersebut.
Di antara tamu kehormatan yang hadir dalam penayangan perdana tersebut adalah Sukmawati Sukarnoputri, putri presiden pertama Indonesia Sukarno yang juga seorang penari ternama. Ia hadir bersama tokoh-tokoh budaya Indonesia lainnya. Ia menyampaikan pandangannya mengenai tema utama film tersebut, yaitu tentang kesetiaan dan pengabdian.
"Kepercayaan dan kesetiaan yang ditunjukkan oleh kedua wanita tersebut selama bertahun-tahun, serta komitmen mereka untuk berkomunikasi melalui surat—hal itu sungguh mengharukan," ujarnya.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai hari Jumat (7/8). "Kami akan menayangkan film ini di kota-kota besar di Indonesia, di sekitar 50 bioskop, dengan lima kali penayangan setiap harinya di setiap lokasi. Kami berharap mendapatkan sambutan positif dari penonton Indonesia, karena kami juga berencana menghadirkan lebih banyak film Tiongkok ke Indonesia di masa mendatang," ujar Sasha, Manajer Pemasaran perusahaan distributor film Indonesia untuk "Dear You."
Film ini juga telah tayang perdana di beberapa negara Asia Tenggara lainnya, termasuk Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, dan Vietnam.