Beijing, Bharata Online - Badan Data Nasional (National Data Administration/NDA) Tiongkok pada hari Selasa (22/9) mengumumkan bahwa langkah-langkah baru akan diperkenalkan di tingkat nasional untuk meluncurkan kampanye yang bertujuan mengembangkan dan memanfaatkan sumber daya data, dengan fokus pada 10 industri utama.
Kesepuluh industri tersebut meliputi manufaktur industri, layanan kesehatan, jasa keuangan, transportasi dan logistik, pertanian modern, energi dan ketenagalistrikan, budaya dan pariwisata, pendidikan, perdagangan dan distribusi, serta utilitas publik.
Menurut NDA, upaya akan dipercepat untuk menerapkan sistem dasar data nasional di tingkat daerah dan di industri-industri utama. Badan tersebut mendorong pembentukan konsorsium inovasi data industri dan, dengan berfokus pada skenario industri bernilai tinggi, akan mempromosikan penerapan terintegrasi antara data publik serta data perusahaan dan sosial. Pihaknya juga akan berupaya membangun model tata kelola dan pemanfaatan data yang memenuhi kebutuhan pengembangan kecerdasan buatan (AI), serta mengembangkan kemampuan layanan terintegrasi yang mencakup data, model, dan agen cerdas.
Tahap pertama kampanye ini diluncurkan di Provinsi Anhui, Tiongkok Timur, dengan fokus awal pada sektor otomotif dan layanan kesehatan.
"Ambil contoh industri manufaktur otomotif. Rantai industrinya memiliki banyak tingkatan dan melibatkan banyak pihak, namun aliran data antara produsen kendaraan, pemasok suku cadang, lembaga keuangan, dan pasar purnajual otomotif belum berjalan cukup lancar. Kami berfokus untuk mengatasi berbagai hambatan dan kendala dalam proses ini. Berlandaskan skenario seperti pengendalian mutu, pengelolaan akun, prakiraan pemasaran, dan layanan purnajual di sepanjang rantai industri, kami menggandeng mitra industri yang memahami sektor ini serta memiliki keahlian teknis dan data," ujar Wang Gengliang, Wakil Direktur Administrasi Sumber Daya Data Provinsi Anhui.