Laut Tiongkok Selatan, Bharata Online - Unit angkatan laut dan udara dari Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok menggelar latihan gabungan di perairan dan wilayah udara sekitar Huangyan Dao, Tiongkok, di Laut Tiongkok Selatan pada hari Minggu (27/9). Latihan ini berfokus pada serangkaian materi simulasi pertempuran nyata, termasuk pengintaian dan peringatan dini, manuver cepat, serta pencarian dan penyelamatan gabungan.
Latihan tersebut secara efektif menguji kemampuan pasukan yang terlibat dalam koordinasi laut-udara serta pemberian dukungan yang cepat.
Sebuah pernyataan dari komando tersebut menyebutkan bahwa latihan ini merupakan operasi yang diperlukan sebagai tanggapan atas tindakan negara-negara tertentu yang telah merusak perdamaian dan stabilitas kawasan.
Pasukan Komando Teater senantiasa bersiaga tinggi dan akan dengan tegas menjaga kedaulatan wilayah serta hak dan kepentingan maritim Tiongkok, demikian bunyi pernyataan tersebut.
Latihan ini melibatkan berbagai jenis pesawat, termasuk pesawat peringatan dini, pesawat pengintai, dan pesawat nirawak atau unmanned aerial vehicle (UAV).
Kapal-kapal seperti fregat berpeluru kendali Yulin dan kapal pasokan komprehensif Qinghaihu juga turut serta dalam latihan tersebut, di mana Yulin melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan kemanusiaan bagi orang yang jatuh ke laut.
Perahu-perahu kecil yang dibawa kapal dikerahkan selama latihan untuk menaikkan "personel yang diselamatkan" ke atas kapal, dan layanan medis pun segera diberikan.
"Selanjutnya, kami akan mendasarkan latihan pada situasi darurat yang lebih kompleks dan skenario berbahaya, mematuhi standar pertempuran nyata, serta berfokus pada peningkatan kapasitas, koordinasi pos tempur, dan pengerahan kekuatan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesiapan tempur yang konstan demi pelaksanaan misi secara cepat serta merespons berbagai keadaan darurat, risiko, dan tantangan secara efektif," ujar Mayor Angkatan Laut Liang Lu di atas Fregat Yulin.