Tiongkok, Bharata Online - Sebuah brigade dari Grup Angkatan Darat ke-75 Tentara Pembebasan Rakyat (People's Liberation Army/PLA) Tiongkok baru-baru ini melaksanakan latihan penembakan langsung di wilayah gurun untuk mengasah kemampuan tempur nyata para prajurit.

Selama latihan, unit pertahanan udara bermanuver dengan cepat menuju area pertempuran yang telah ditentukan, sementara kawanan pesawat nirawak (drone) musuh, yang disimulasikan, terbang dalam jumlah banyak pada ketinggian sangat rendah untuk menyerang posisi tersebut.

Setelah menilai situasi, komandan dengan tegas memerintahkan unit anti-drone untuk melancarkan gangguan (jamming) elektro-optik dan komunikasi serta memusatkan tembakan ke arah pesawat musuh, yang berhasil menghancurkan target-target tersebut.

Segera setelah gelombang serangan balik pertama usai, komandan memerintahkan relokasi karena posisi mereka telah terdeteksi. Para perwira dan prajurit dengan cepat mengemas peralatan, bergerak ke lokasi baru, serta segera menyelesaikan penempatan ulang, penataan ulang daya tembak, dan kamuflase untuk memulihkan kemampuan pertahanan udara.

Pada saat yang sama, jaringan radar diaktifkan dan dioperasikan, membentuk jaringan pengintaian dan peringatan dini dengan cakupan wilayah menyeluruh serta kemampuan pelacakan secara waktu nyata (real-time).

Latihan penembakan langsung tersebut berlangsung dari siang hingga jauh ke malam hari. Para prajurit menghadapi berbagai situasi darurat sembari menanggung tekanan fisik dan mental yang berat demi meningkatkan keterampilan serta kemampuan penanganan situasi darurat mereka.

"Latihan ini dilaksanakan dalam kondisi medan pertempuran yang berbeda antara siang dan malam. Kami melakukan serangkaian latihan yang berorientasi pada pertempuran secara berkelanjutan, termasuk respons terhadap berbagai jenis ancaman udara, manuver taktis, dan penanganan situasi khusus. Pasukan ditempa dalam kondisi gurun yang asing dan kompleks untuk secara konsisten meningkatkan kemampuan mereka dalam hal respons cepat, pertempuran yang dinamis (bermanuver), dan kesiapan tempur yang berkelanjutan," ujar He Qing, seorang anggota brigade tersebut.