New York, Bharata Online - Mulai dari kamera hingga pakaian dan perabotan, produk-produk Tiongkok telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari di Kota New York. Para penduduk menyoroti kapasitas manufaktur Tiongkok, kecepatan pengiriman, serta pengaruhnya yang kian berkembang melalui berbagai aplikasi yang digunakan oleh masyarakat Amerika.
Saat ditanya produk buatan Tiongkok apa yang paling berdampak pada kehidupan sehari-harinya, videografer Neville Breathwhite menunjuk pada peralatan produksinya.
"Sebagai seniman video yang berkecimpung di bidang produksi, saya harus menyebut peralatan yang saya gunakan, kamera, drone, mikrofon. Semua perangkat itu sebagian besar dibuat di Tiongkok, dan itu merupakan aset yang sangat berharga bagi bisnis saya," ujar Breathwhite.
Seorang mahasiswa bernama Niel Pal mengungkapkan bahwa banyak pakaian yang ia kenakan serta perabotan di apartemennya berasal dari Tiongkok.
"Sebagian besar pakaian di lemari saya dan perabotan di apartemen saya dibuat di Tiongkok. Menurut saya, Tiongkok adalah yang terbaik dalam hal kapasitas pabrik dan kemampuan untuk mengirimkan barang dengan sangat cepat," kata Pal.
Peneliti Mercedes Gallego menyoroti semakin banyaknya aplikasi yang dikembangkan oleh pihak Tiongkok di Amerika Serikat, seraya menambahkan bahwa banyak orang Amerika mungkin tidak menyadari asal-usul aplikasi tersebut.
"Menurut saya, aplikasi adalah contoh yang paling nyata. Di Amerika, kita sangat dipengaruhi oleh teknologi Tiongkok. Jika di Eropa mereka lebih banyak menggunakan peralatan rumah tangga dan berbagai produk fisik lainnya, di Amerika, banyak aplikasi yang berasal dari Tiongkok—dan orang-orang bahkan tidak menyadarinya, padahal cakupannya lebih luas daripada sekadar TikTok," jelas Gallego.
Konsultan John Smith Riocco menyoroti kemudahan yang ditawarkan oleh "super-aplikasi" (super apps) asal Tiongkok, seperti Alipay dan WeChat, seraya mencatat bahwa Amerika Serikat belum memiliki platform yang sebanding.
"Konsep 'super-aplikasi', kita belum memiliki sesuatu yang setara dengan Alipay atau WeChat. Saya pernah berkesempatan mengunjungi Tiongkok, dan sungguh luar biasa bagaimana hanya dengan dua aplikasi tersebut, Anda bisa melakukan segalanya. Anda bisa membayar berbagai kebutuhan, membeli tiket kereta, memesan makanan, menerjemahkan bahasa—semuanya bisa dilakukan cukup dengan membuka Alipay atau WeChat. Anda bahkan bisa melakukan pembayaran antarindividu (peer-to-peer). Di Amerika Serikat, kita belum memiliki sesuatu yang setara dengan itu," ungkap Riocco.
Berbicara mengenai hubungan Tiongkok-AS, para penduduk mengungkapkan harapan agar kedua negara tetap menjalin hubungan baik dan memperkuat kerja sama di berbagai bidang, seperti perdagangan dan perlindungan lingkungan. Menurut mereka, upaya semacam itu tidak hanya akan memberikan manfaat bagi kedua negara, tetapi juga bagi dunia secara lebih luas.
"Menurut saya, Amerika dan Tiongkok adalah dua negara terbesar di dunia, dan mereka harus menyadari betapa besar dampak yang mereka miliki terhadap dunia. Jadi, jika mereka bisa hidup berdampingan dengan baik dan benar-benar menyelesaikan berbagai masalah, termasuk masalah global seperti pemanasan global—maka dunia akan menjadi tempat yang lebih baik untuk ditinggali," ujar Brian Getz, seorang kreator video berdurasi pendek.
"Jika kita berbicara mengenai isu lingkungan, Amerika Serikat dan Tiongkok pada dasarnya adalah dua negara adidaya dunia yang akan menentukan arah kebijakan terkait perubahan iklim, serta standar etika dalam pengadaan material—dengan memastikan bahwa kedua negara menjalankan langkah-langkah tersebut secara bertanggung jawab dan penuh kepedulian," kata Riocco.