Antalya, Bharata Online - Ratusan perusahaan antariksa komersial berkumpul di Turki untuk mengikuti International Astronautical Congress (IAC) ke-77. Dalam ajang ini, perusahaan-perusahaan Tiongkok melakukan ekspansi ke pasar global dengan memadukan kegiatan ekspor dan transfer pengetahuan bagi mitra mereka.
IAC yang berlangsung selama lima hari itu merupakan pertemuan tahunan bidang antariksa terbesar di dunia. Acara yang digelar di kota resor Antalya di pesisir Mediterania ini mempertemukan para pemimpin sektor antariksa, peneliti, dan perwakilan industri dari seluruh dunia dengan mengusung tema "Dunia Membutuhkan Lebih Banyak Antariksa" (The World Needs More Space).
Acara ini menghadirkan berbagai sesi diskusi mengenai prioritas utama industri, mulai dari eksplorasi bulan dan sistem satelit hingga kecerdasan buatan (AI), keamanan antariksa, dan kerja sama internasional. Para peserta pameran dari Tiongkok menampilkan kemampuan mereka di berbagai bidang tersebut, mulai dari roket dan satelit hingga layanan data, sembari menjajaki peluang kemitraan dan pasar baru.
Semakin banyak perusahaan antariksa Tiongkok yang menawarkan layanan peluncuran, komponen satelit, dan solusi terpadu (one-stop solutions) dalam upaya mereka menjangkau pasar global bersama mitra internasional.
Kongres ini juga menjadi wadah utama bagi pertukaran ide dan kerja sama. Salah satu perusahaan antariksa komersial Tiongkok telah menandatangani kesepakatan baru terkait satelit berbasis AI dengan mitranya dari Oman, sebuah kesepakatan yang menurut kedua belah pihak mencakup aspek yang lebih luas daripada sekadar perangkat keras.
"Kami juga mengumumkan peluncuran dua satelit baru beresolusi 0,5 meter dalam waktu dekat. Langkah ini semakin meningkatkan kemampuan kami di industri antariksa Oman dan kawasan sekitarnya, khususnya terkait transfer pengetahuan yang sangat penting bagi pengembangan kapasitas kami," ujar Yahya Al-Mohamed, Solutions Manager di Oman Lens.
"Dalam kerja sama dengan Oman, kami tidak hanya merancang dan membangun satelit, tetapi juga membantu melatih talenta lokal mereka. Tujuannya bukan sekadar mengekspor satelit secara langsung, melainkan juga membantu para ilmuwan lokal untuk berkembang. Itulah gagasannya: kami mengembangkan sumber daya manusia, talenta, dan kemampuan secara lokal, sehingga hal ini nantinya menjadi bagian dari ekosistem mereka," kata Liu Yandong, CEO STAR.VISION, perusahaan yang berbasis di Hong Kong dan bergerak dalam pembuatan satelit berbasis AI.
Seiring dengan semakin banyaknya negara dan operator satelit yang berlomba-lomba meluncurkan konstelasi satelit mereka sendiri, permintaan terhadap layanan pemrosesan data dan stasiun bumi yang diperlukan untuk mendukung operasional satelit tersebut pun terus meningkat.
"Kami telah mendirikan sekitar 10 stasiun bumi global di luar negeri. Kami ingin memanfaatkan kemampuan dan jaringan ini untuk memperkenalkan solusi, layanan, dan produk dari mitra-mitra kami di industri kedirgantaraan Tiongkok," ujar Li Chenhui, Direktur Departemen Bisnis Internasional di Emposat, perusahaan satelit komersial yang berbasis di Beijing.
Selain layanan darat, para produsen juga menghadapi tekanan yang semakin besar untuk membangun sistem muatan (payload) yang mengintegrasikan berbagai peran satelit saat ini, mulai dari penginderaan jauh dan komunikasi hingga navigasi.
"Karena kami melakukan perancangan mulai dari tingkat cip hingga tingkat perangkat, serta tingkat subsistem dan satelit, dengan empat tingkatan penelitian dan pengembangan tersebut, kami mampu memangkas biaya sekaligus meningkatkan kinerja secara drastis," kata Chen Jinlin, CEO Final Frontier.
Di luar satelit, perusahaan-perusahaan yang hadir dalam kongres tersebut juga mempromosikan pesawat antariksa komersial yang dirancang untuk penelitian mikrogravitasi, sebuah bidang yang diperkirakan akan memiliki permintaan tinggi di masa mendatang.
"Kami akan melaksanakan penerbangan perdana pesawat antariksa suborbital yang dapat kembali ke Bumi, Lihong-2, pada awal tahun depan. Pesawat ini ditujukan untuk misi penelitian kedokteran antariksa, sehingga kami memiliki banyak calon klien potensial dari Timur Tengah. Kami sedang menjalin komunikasi dengan mereka dan berharap akan ada kabar baik," ujar Yang Sihan, Kepala Bisnis Internasional di CAS Space, perusahaan roket komersial asal Tiongkok.
Tiongkok merupakan rumah bagi lebih dari 600 perusahaan antariksa komersial di sepanjang rantai pasokannya, dan sebagaimana ditunjukkan oleh berbagai kesepakatan serta diskusi di Antalya, mereka semakin berupaya membentuk kembali ekonomi antariksa global bersama mitra-mitra internasional.