Hainan, Bharata Online - Desa Maona adalah sebuah desa pedesaan yang terletak di Kecamatan Shuiman, Kota Wuzhishan, Provinsi Hainan, Tiongkok Selatan. Terletak persis di kaki Gunung Wuzhi (Gunung Lima Jari) yang dikelilingi hutan hujan tropis, desa ini dihuni oleh mayoritas suku minoritas Li dan kini menjadi salah satu percontohan sukses revitalisasi pedesaan (rural revitalization) berbasis ekowisata di Tiongkok.
Desa ini terkenal dengan produksi teh daun besar khas Gunung Wuzhi (Wuzhishan large-leaf tea). Pengunjung dapat memetik daun teh langsung di kebun, mempelajari cara pembuatan teh tradisional suku Li, dan menikmati hidangan teh lokal.
Bangunan desa dirancang memadukan material tradisional seperti bambu dan kayu dengan arsitektur modern ramah lingkungan. Dan menariknya, setiap hari terdapat pertunjukan musik dan tarian tradisional suku Li di alun-alun budaya. Wisatawan juga bisa melihat kerajinan tenun kain Li yang diakui dunia.
Selain itu, desa yang berada di area Taman Nasional Hutan Hujan Tropis Hainan ini juga menawarkan pemandangan sungai, jembatan kayu, dan udara pegunungan yang sejuk. Suasana ini menjadikannya destinasi favorit untuk wisata pemulihan (wellness & healing tourism).
Menurut Liu Haoran, Penanggung Jawab Desa Maoan, kunjungan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, pada 11 April 2022 lalu telah mendorong masyarakat setempat untuk mengembangkan dan memaksimalkan potensi desa, terutama di sektor pariwisata.
"Setelah pengembangan pariwisata pedesaan di Desa Maona, seluruh desa telah mengalami transformasi yang signifikan. Karena investasi berkelanjutan kami dalam tenaga kerja, sumber daya, dan dana untuk meningkatkan infrastruktur desa kami, desa kami telah mengalami perubahan yang dramatis," ujarnya kepada tim Bharata Online dalam Tur Media "China Walk: Vibrant Hainan" 2026, Rabu (21/10).
Selain itu, Liu juga mengungkapkan bahwa melalui pengembangan industri pariwisata, penduduk desa juga dapat menjalankan usaha kecil sendiri tepat di depan pintu rumah mereka, sehingga membuat hidup mereka lebih makmur.
"Mereka dapat mengolah teh yang mereka tanam dan menjualnya di kios mereka sendiri, atau mereka dapat mengumpulkan makanan khas lokal yang unik dari pegunungan, seperti Ganoderma lucidum liar (jamur Lingzhi) dan buah persik lima jari, untuk dijual kepada wisatawan yang mengunjungi desa, sehingga meningkatkan pendapatan mereka," kata Liu.