Kazan, Bharata Online - Wali Kota Kazan, Rusia, Ilsur Metshin, memuji pesatnya pembangunan kota-kota di Tiongkok dan menyatakan keinginan kuat untuk membawa praktik pengelolaan perkotaan Tiongkok yang maju ke Rusia.
Dalam wawancara dengan China Global Television Network (CGTN) yang ditayangkan pada hari Rabu (30/9), Metshin menyoroti proyek lingkungan bersama Tiongkok-Rusia yang menjadi tonggak penting di Danau Kaban, sistem danau terbesar di Kazan, sebagai model keberhasilan kerja sama bilateral dalam pengelolaan perkotaan.
Proyek ini bermula pada tahun 2015, ketika sebuah konsorsium Tiongkok-Rusia memenangkan kompetisi desain internasional untuk mengubah kawasan tepi Danau Kaban, yang sebelumnya tercemar dan didominasi beton, menjadi ruang publik dan ekologis yang berkembang pesat.
"Kami selalu melihat dengan penuh rasa syukur dan sedikit rasa iri pada bagaimana kota-kota di Tiongkok dan mitra kami berkembang; khususnya, kami selalu ingin membawa praktik-praktik maju, baik, indah, dan terbaik ke Kazan," ujar sang wali kota.
"Salah satu contoh nyata dari kolaborasi bersama kami adalah kompetisi internasional yang kami adakan pada tahun 2015. Sebuah konsorsium Rusia-Tiongkok memenangkan kompetisi tersebut dan mengusulkan solusi penataan lanskap yang tak terduga," lanjutnya.
"Kami biasanya terbiasa menggunakan batu paving dan lebih banyak beton agar tahan lama dan dapat digunakan warga dalam jangka waktu panjang," tambahnya.
"Mereka justru mengusulkan proyek yang sangat memperhatikan aspek ekologis, yang selaras dengan danau itu sendiri, filosofi, ekologi, serta pelestarian kota kami," tuturnya.
Desain ini berpusat pada filosofi "merangkul air", menciptakan ruang tepi danau yang aman dan mudah diakses yang mendekatkan masyarakat dengan alam. Infrastruktur hijau dipadukan secara harmonis dengan kegiatan masyarakat, sekaligus mengedukasi anak-anak mengenai peran vital air melalui pengalaman interaktif di area bermain terbuka.
Metshin mengatakan bahwa proyek ini dikembangkan melalui studi mendalam mengenai kondisi setempat serta kerja sama dengan salah satu universitas federal tertua di Rusia.
"Kami melaksanakan proyek ini dalam dua tahap. Sebagai gambaran, sekitar 180.000 tanaman dari berbagai jenis telah ditanam, yang secara signifikan meningkatkan keanekaragaman hayati danau tersebut," ujarnya.
"Hasilnya, bisa dikatakan, tidak hanya dapat dilihat tetapi juga dirasakan secara langsung. Burung-burung telah kembali, begitu pula beberapa spesies tanaman langka, dan saat ini, terdapat jauh lebih banyak jenis burung di sini dibandingkan sebelumnya," ungkapnya.
"Jadi, ini adalah contoh yang baik dari pendekatan yang didasarkan pada studi mendalam mengenai kondisi setempat," tambah Metshin.
"Melalui kerja sama dengan universitas federal kami, salah satu yang tertua di negara ini, kami menciptakan ruang publik yang lebih baik yang meningkatkan kualitas lingkungan kota dan, yang terpenting, telah menjadi tempat favorit bagi warga kami," katanya.