Beijing, Bharata Online - Para pakar menyatakan bahwa para pemimpin Tiongkok dan AS telah mencapai delapan kesepakatan dan pemahaman yang memperkaya substansi visi hubungan Tiongkok-AS, membuka ruang baru bagi kerja sama di masa depan, membangun jembatan baru untuk pertukaran yang bersahabat, serta mengirimkan sinyal positif kepada dunia.

Dari tanggal 23 hingga 25 September 2026, Presiden Tiongkok, Xi Jinping, melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat. Selama kunjungan tersebut, kedua kepala negara bertukar pandangan secara mendalam mengenai hubungan bilateral serta berbagai isu internasional dan regional yang penting.

Para pemimpin Tiongkok dan AS mencapai konsensus mengenai delapan hasil yang mencakup berbagai bidang, termasuk ekonomi dan perdagangan, teknologi, pertukaran antarwarga, serta situasi internasional. Salah satu poin utamanya adalah kesepakatan kedua belah pihak untuk membangun hubungan yang konstruktif dan stabil secara strategis, yang didasarkan pada rasa saling menghormati, keadilan, dan prinsip saling menguntungkan.

Di bidang ekonomi dan perdagangan, kedua belah pihak mengakui peran positif mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS serta hasil konsultasi antara tim ekonomi dan perdagangan kedua negara. Mereka juga sepakat untuk membentuk dan memajukan mekanisme seperti dewan perdagangan, serta mencapai kesepakatan mengenai pengurangan tarif timbal balik senilai 30 miliar dolar AS (sekitar 539 triliun rupiah).

Di bidang sains dan teknologi, mereka sepakat untuk membentuk dialog Tiongkok-AS mengenai kecerdasan buatan (AI) dan membangun saluran komunikasi bilateral untuk menangani insiden terkait AI.

Di bidang keamanan, militer kedua negara sepakat untuk segera merampungkan nota kesepahaman mengenai komunikasi dan pencegahan krisis.

"Sebagai contoh, Tiongkok dan Amerika Serikat mencapai konsensus untuk mengurangi tarif atas barang senilai 30 miliar dolar AS. Tentu saja, angka 30 miliar dolar AS tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan total volume perdagangan Tiongkok-AS, namun ini merupakan awal yang baik. Hasil lain yang relatif baru namun menurut saya sangat penting adalah dialog Tiongkok-AS mengenai kecerdasan buatan. Mereka sepakat untuk membentuk, misalnya, mekanisme komunikasi untuk insiden terkait AI. Menurut saya, hal ini sangatlah penting," ujar Da Wei, Direktur Pusat Keamanan dan Strategi Internasional di Universitas Tsinghua.

Untuk mendorong pertukaran budaya dan antarmasyarakat antara Tiongkok dan Amerika Serikat, pihak Tiongkok mengumumkan serangkaian langkah baru: panda raksasa Ping Ping dan Fu Shuang kini menempati rumah baru mereka di Kebun Binatang Atlanta dan akan segera menyapa publik Amerika.

Dalam kunjungannya ke San Francisco pada tahun 2023 untuk menghadiri pertemuan pemimpin APEC, Xi mengumumkan inisiatif untuk mengundang 50.000 anak muda Amerika ke Tiongkok guna mengikuti program pertukaran dan studi selama lima tahun ke depan. Pada bulan Mei tahun ini, target tersebut telah tercapai dua setengah tahun lebih awal dari jadwal.

Dalam upacara penyambutan di Gedung Putih yang dipandu oleh Trump pada hari Kamis (24/9), Xi mengumumkan bahwa Tiongkok akan mengundang 100.000 anak muda Amerika lagi untuk mengikuti program pertukaran dan studi selama lima tahun ke depan.

Oluwaseyi Christopher Oniya asal Texas telah tinggal di Tiongkok selama hampir 20 tahun. Ia berharap semakin banyak anak muda Amerika yang datang ke Tiongkok seperti dirinya.

"Selama 20 tahun berada di Tiongkok, saya telah menyaksikan perubahan luar biasa di negara ini. Saya memiliki harapan besar terhadap perkembangan pertukaran antarmasyarakat antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Menurut saya, jika kedua negara dapat berkomunikasi dan bekerja sama dengan baik, hal itu akan menjadikan dunia lebih damai," ujarnya.

Kesepakatan tersebut juga mengandung sentuhan yang hangat. Mulai dari mengenang kembali sejarah perjuangan bahu-membahu selama Perang Dunia II hingga saling mendukung dalam penyelenggaraan Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC dan KTT G20, Tiongkok dan Amerika Serikat telah mengirimkan sinyal yang jelas kepada dunia: persaingan memerlukan batasan, perbedaan pendapat harus dikelola, dan kerja sama menuntut upaya terus-menerus untuk menemukan titik tumpu yang baru.

"Dalam daftar hasil kesepakatan kali ini, kedua belah pihak menegaskan bahwa Tiongkok dan Amerika Serikat pernah berjuang bahu-membahu selama Perang Dunia II dan merupakan sekutu penting dalam perang melawan fasisme. Menurut saya, pernyataan dan penegasan kembali sejarah semacam itu sangatlah penting untuk semakin mendorong pertukaran antara rakyat Tiongkok dan Amerika Serikat, serta pertukaran budaya dan antarmasyarakat di antara kedua negara di masa depan," kata Da.

Saat berpidato dalam jamuan makan malam penyambutan yang diadakan oleh Trump di Gedung Putih pada tanggal 24 September 2026, Xi menyinggung tentang sebuah pohon redwood istimewa yang tumbuh di Kebun Raya Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur, tempat ia pernah bertugas sebelumnya.

Bibit pohon tersebut dihadiahkan sebagai cendera mata kenegaraan istimewa oleh Presiden AS kala itu, Richard Nixon, dalam kunjungan bersejarahnya ke Tiongkok pada tahun 1972, dan kini pohon itu telah tumbuh menjulang tinggi.