Beijing, Bharata Online - Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, bertemu dengan Presiden Botswana, Duma Gideon Boko, di Beijing pada hari Kamis (15/10) untuk membahas hubungan antara kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, Li menyatakan bahwa Tiongkok dan Botswana memiliki persahabatan yang telah terjalin lama dan mendalam. Ia mengingatkan kembali bahwa Presiden Tiongkok, Xi Jinping, telah mengadakan pembicaraan dengan Boko pada hari Selasa (13/10), yang menyusun cetak biru baru untuk memperdalam hubungan bilateral.

Li mengatakan, Tiongkok bersedia bekerja sama dengan Botswana untuk mengikuti panduan strategis dari kedua kepala negara, lebih lanjut memperkokoh rasa saling percaya di bidang politik, memperkuat dukungan timbal balik, memperdalam kerja sama berkualitas tinggi dalam kerangka Belt and Road, meningkatkan kerja sama di bidang pertambangan, digital, ekonomi hijau, dan kebudayaan, serta bersama-sama mendorong pembangunan dan kebangkitan.

Perdana Menteri Tiongkok tersebut menambahkan bahwa Tiongkok juga bersedia untuk bersatu erat dan berkolaborasi dengan negara-negara Afrika guna mengimplementasikan hasil dari Konferensi Tingkat Tinggi Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika (Forum on China-Africa Cooperation/FOCAC) tahun 2024 di Beijing, serta memberikan dorongan lebih lanjut bagi pembangunan komunitas Tiongkok-Afrika dengan masa depan bersama.

Sementara itu, Boko menyampaikan bahwa Botswana dengan tegas memegang prinsip "Satu Tiongkok" dan bersedia memanfaatkan kebijakan bebas bea masuk yang ditawarkan oleh Tiongkok untuk memperluas kerja sama praktis di berbagai bidang, termasuk perdagangan.

Boko juga menyatakan bahwa Botswana mendukung empat inisiatif global utama yang diusulkan oleh Xi, yaitu Inisiatif Pembangunan Global (GDI), Inisiatif Keamanan Global (GSI), Inisiatif Peradaban Global (GCI), dan Inisiatif Tata Kelola Global (GGI), serta bersedia menjalin kolaborasi multilateral yang erat dengan Tiongkok.

Atas undangan Xi, Boko melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok mulai tanggal 12 hingga 17 Oktober 2026.