Baku, Bharata Online - Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Palestina, Varsen Aghabekian Shahin, di sela-sela Konferensi tentang Interaksi dan Tindakan Membangun Kepercayaan di Asia atau Conference on Interaction and Confidence Building Measures in Asia (CICA) ke-7 di Baku, ibu kota Azerbaijan, pada hari Kamis (15/10).

Wang, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, menyatakan bahwa Tiongkok termasuk negara pertama yang mengakui Negara Palestina. Tiongkok dan Palestina adalah sahabat sekaligus saudara yang baik, dengan hubungan persahabatan yang telah terjalin selama beberapa dekade.

Wang menegaskan, terlepas dari bagaimana situasi internasional berkembang, rakyat Tiongkok akan senantiasa berdiri bersama rakyat Palestina dan dengan tegas mendukung perjuangan adil mereka untuk memulihkan hak-hak nasional yang sah.

Wang menyampaikan bahwa kemitraan strategis Tiongkok-Palestina terus menunjukkan momentum pertumbuhan, dan Tiongkok siap bekerja sama dengan Palestina untuk lebih meningkatkan rasa saling percaya strategis serta memajukan hubungan bilateral.

Wang menyebut masalah Palestina sebagai isu titik panas (konflik) yang paling lama berlangsung dan ketidakadilan sejarah terbesar di dunia sejak Perang Dunia II. Ia menambahkan bahwa tanpa penyelesaian yang adil atas masalah ini, perdamaian dan stabilitas yang langgeng di Timur Tengah tidak akan mungkin tercapai.

Menurut Wang, ketegangan di Timur Tengah yang masih tinggi menciptakan kesulitan baru dalam penyelesaian masalah Palestina. Ia menekankan bahwa masalah Palestina tidak boleh dikesampingkan, dan dunia tidak boleh melupakan 2 juta rakyat Palestina di Gaza yang tengah berjuang di ambang kematian.

"Keadilan mungkin tertunda, tetapi tidak akan pernah bisa ditiadakan," ujar Wang.

Sebagai negara besar yang bertanggung jawab, Tiongkok akan terus berdiri di pihak keadilan internasional dan bangsa-bangsa yang tertindas, serta secara aktif bersuara mendukung perjuangan adil rakyat Palestina di berbagai forum multilateral, katanya.

Wang menambahkan, Tiongkok juga akan menyerukan kepada seluruh negara yang mencintai perdamaian untuk dengan tegas mendukung solusi dua negara dan bekerja sama guna mendorong penyelesaian masalah Palestina yang komprehensif, adil, dan langgeng sesegera mungkin.

Shahin memberikan penjelasan kepada Wang mengenai perkembangan terkini terkait masalah Palestina, seraya menekankan bahwa komunitas internasional tidak boleh menerapkan standar ganda dalam isu ini. Ia sangat mengapresiasi posisi Tiongkok yang konsisten dan adil terhadap masalah Palestina.

Shahin mengatakan bahwa Palestina menghargai dukungan kuat yang telah lama diberikan Tiongkok bagi upaya rakyat Palestina untuk memulihkan hak-hak nasional mereka yang sah, upaya konsisten Tiongkok dalam menyuarakan kepentingan Palestina di berbagai forum multilateral internasional, serta bantuan kemanusiaan tanpa pamrih yang diberikan untuk Gaza.

Seraya mencatat bahwa Palestina dan Tiongkok telah menjalin persahabatan yang telah berlangsung lama serta kerja sama yang baik, ia menyatakan harapan agar hubungan bilateral dapat semakin diperkuat. Ia juga berharap Tiongkok akan terus menjunjung tinggi keadilan bagi Palestina dan memainkan peran yang lebih penting dalam mewujudkan solusi dua negara.