New York, Bharata Online - Seorang utusan Tiongkok menyerukan upaya untuk mengakhiri ketegangan yang kian meningkat di Timur Tengah serta menangani akar penyebab konflik di kawasan tersebut pada hari Kamis (15/10) di New York.

Dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai Timur Tengah dan Palestina, Fu Cong, Wakil Tetap Tiongkok untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, memperingatkan bahwa lanskap Timur Tengah sedang mengalami perubahan mendalam, di mana dampak dari berbagai titik konflik terus merongrong keamanan dan pembangunan regional.

Ia menyatakan bahwa masyarakat di seluruh kawasan tersebut kini lebih mendambakan perdamaian daripada perang, dialog daripada konfrontasi, serta keadilan daripada hegemoni.

Fu juga menegaskan bahwa betapapun rumitnya situasi yang ada, jalan menuju perdamaian tetap berada tepat di depan mata kita.

Ia menekankan bahwa perang antara Amerika Serikat dan Iran seharusnya tidak pernah terjadi, dan bahwa ancaman penggunaan kekuatan militer atau upaya untuk memicu kembali konflik adalah tindakan yang sangat tidak bijaksana.

Amerika Serikat dan Iran harus segera melanjutkan dialog dan negosiasi guna mencapai kesepakatan komprehensif yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. Langkah ini penting untuk menjamin keselamatan serta kelancaran jalur pelayaran internasional, sekaligus menjaga stabilitas rantai produksi dan pasokan global, ujarnya.

Fu menyebutkan bahwa situasi di Yaman belakangan ini telah meningkat secara signifikan, dengan konflik sengit yang meletus di berbagai front serta serangan yang menyasar fasilitas-fasilitas seperti bandara di Arab Saudi.

Ia pun memperingatkan bahwa dampak negatif dari peristiwa-peristiwa tersebut telah menyebar dengan lebih cepat.

"Tiongkok mengutuk serangan-serangan ini, yang telah mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa. Kami menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik tersebut. Tiongkok secara konsisten menentang serangan terhadap warga sipil maupun infrastruktur sipil. Kami menyerukan agar semua pihak menghindari tindakan yang dapat memicu peningkatan ketegangan regional. Penggunaan kekuatan militer bukanlah solusi akhir. Kami mendesak semua pihak untuk menyelesaikan perbedaan dan perselisihan melalui dialog dan negosiasi, dengan tujuan mencapai perdamaian dan stabilitas regional sesegera mungkin," ujar Fu.

Utusan itu menambahkan bahwa masalah Palestina senantiasa menjadi inti dari persoalan Timur Tengah dan tidak boleh diabaikan atau dipinggirkan. Ia mencatat bahwa meskipun satu tahun telah berlalu sejak kesepakatan gencatan senjata untuk Gaza dicapai, gencatan senjata yang langgeng, penyaluran bantuan kemanusiaan berskala besar, serta pemulihan dan rekonstruksi pasca-perang belum juga terwujud. Perdamaian masih menjadi harapan yang jauh dari jangkauan.

Ia mengatakan, Tiongkok mendesak semua pihak, khususnya Israel, untuk menerapkan perjanjian gencatan senjata secara sungguh-sungguh dan menyeluruh, serta menghentikan semua operasi militer di Gaza.

Fu menegaskan bahwa Tiongkok senantiasa menjadi pembangun perdamaian, pendorong stabilitas, dan kontributor bagi pembangunan di Timur Tengah. Ia juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk menjunjung tinggi pandangan keamanan global yang bersifat bersama, komprehensif, kooperatif, dan berkelanjutan, serta berupaya membangun arsitektur keamanan baru di Timur Tengah demi mewujudkan masa depan yang damai bagi kawasan tersebut.