Beijing, Bharata Online - Memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan antara Tiongkok dan Jerman sejalan dengan kepentingan kedua belah pihak dan merupakan pilihan yang tepat bagi keduanya, ujar Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, pada hari Senin (21/9).

Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, Wang, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, mengimbau Tiongkok dan Jerman untuk mengirimkan sinyal positif mengenai upaya bersama dalam menjunjung tinggi multilateralisme dan perdagangan bebas, meningkatkan kepercayaan terhadap perkembangan hubungan Tiongkok-Jerman, serta memainkan peran konstruktif dalam pengembangan hubungan Tiongkok-Uni Eropa.

Seraya mencatat bahwa Tiongkok dan Jerman merupakan ekonomi utama dunia serta mitra strategis komprehensif, Wang mengatakan bahwa di tengah maraknya unilateralisme dan deglobalisasi, kedua belah pihak perlu memperkuat komunikasi strategis, meningkatkan rasa saling percaya, dan memperdalam kerja sama praktis.

Menurutnya, kedua belah pihak harus menghargai kemajuan yang telah dicapai sejauh ini, mendorong kerja sama Tiongkok-Jerman agar semakin mendalam dan kokoh, serta terus menghasilkan capaian-capaian baru.

Wang menegaskan bahwa prinsip Satu Tiongkok merupakan landasan politik hubungan Tiongkok-Jerman. Ia menyatakan harapannya agar Jerman menghargai dan melanjutkan tradisi saling percaya serta persahabatan antara Tiongkok dan Jerman, mematuhi prinsip Satu Tiongkok, serta mengambil tindakan nyata untuk menjaga hubungan Tiongkok-Jerman maupun perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, sehingga menciptakan kondisi yang diperlukan bagi pertukaran tingkat tinggi antara kedua belah pihak.

Menyoroti status Tiongkok dan Uni Eropa sebagai mitra strategis komprehensif, Wang mengatakan bahwa kedua belah pihak tidak seharusnya terlibat dalam perang dagang.

Menurutnya, Tiongkok secara konsisten berpendirian bahwa Tiongkok dan Uni Eropa harus bergerak ke arah yang sama dan menyelesaikan kekhawatiran masing-masing melalui dialog dan konsultasi.

Wang juga menyatakan harapannya agar Jerman mempertahankan pendekatan yang rasional dan pragmatis, memainkan peran positif di dalam Uni Eropa, serta membantu mendorong Uni Eropa untuk menjunjung tinggi perdagangan bebas, menolak proteksionisme, dan tetap berada di jalur yang tepat yang mengedepankan keterbukaan, kerja sama, dialog, serta konsultasi.

Sementara itu, Wadephul mengatakan bahwa hubungan Jerman-Tiongkok telah mempertahankan momentum perkembangan yang baik dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menyatakan Jerman berharap dapat semakin memperkuat pertukaran tingkat tinggi dengan Tiongkok, menyelenggarakan putaran baru konsultasi antar-pemerintah Jerman-Tiongkok, memperdalam kerja sama praktis di bidang-bidang seperti perdagangan dan ekonomi, serta terus memajukan hubungan bilateral, kata Wadephul. Pihak Jerman memegang teguh kebijakan satu Tiongkok dan posisi tersebut tidak akan berubah.

Seraya mencatat bahwa situasi internasional saat ini menghadapi serangkaian ancaman dan tantangan baru, Wadephul mengatakan bahwa Jerman berharap Tiongkok dapat memanfaatkan pengaruhnya dalam urusan internasional dan regional serta bekerja sama dengan Jerman untuk mencari solusi.

Ia pun menambahkan bahwa Jerman mendukung UE dan Tiongkok dalam menangani perbedaan mereka secara tepat melalui dialog dan bersedia berperan aktif dalam hal ini.

Wang mengatakan bahwa konsensus penting yang dicapai oleh Tiongkok dan Jerman hari ini adalah bahwa masalah ekonomi dan perdagangan antara Tiongkok dan UE harus diselesaikan melalui dialog dan konsultasi.

Kedua belah pihak juga bertukar pandangan mengenai situasi di Iran dan krisis Ukraina. Wang menegaskan kembali posisi berprinsip Tiongkok, dengan menyatakan bahwa Tiongkok hanya akan melakukan tindakan yang kondusif bagi perdamaian dan tetap berkomitmen untuk mendorong perundingan perdamaian. Tiongkok siap untuk terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan UE serta melakukan upaya bersama demi tujuan tersebut.