Washington D.C., Bharata Online - Kedutaan Besar Tiongkok di Amerika Serikat menggelar resepsi pada hari Rabu (30/9) di Washington, D.C., untuk memperingati hari jadi ke-77 berdirinya Republik Rakyat Tiongkok. Dalam kesempatan tersebut, para hadirin mendesak peningkatan kerja sama antara kedua negara.

Acara yang diselenggarakan sehari sebelum Hari Nasional resmi Tiongkok pada 1 Oktober ini dihadiri oleh lebih dari 800 tamu, termasuk perwakilan dari Gedung Putih, Departemen Luar Negeri, dan Departemen Perdagangan AS, serta perwakilan dari berbagai sektor dan diplomat asing.

Acara ini juga berlangsung hanya beberapa hari setelah Presiden Tiongkok, Xi Jinping, menyelesaikan kunjungan kenegaraan selama tiga hari atas undangan Presiden AS, Donald Trump.

Dalam pidatonya di resepsi kedutaan tersebut, Duta Besar Tiongkok untuk AS, Xie Feng, menyoroti bahwa tahun ini juga menandai dimulainya Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok (2026-2030), sebuah cetak biru penting yang memetakan prioritas pembangunan negara tersebut.

Ia menyatakan bahwa Tiongkok sedang melangkah maju dalam perjalanan baru untuk membangun bangsa yang kuat dan mewujudkan peremajaan nasional, serta terus memberikan stabilitas dan energi positif bagi dunia.

Xie juga mencatat adanya peluang besar bagi pengembangan kerja sama Tiongkok-AS, seraya mengatakan bahwa kedua negara harus bekerja sama untuk mendorong manfaat bersama dan hasil yang saling menguntungkan bagi dunia.

Salah satu tamu istimewa dalam acara tersebut adalah Ronald Sakolsky, seorang pensiunan guru asal Amerika yang baru saja menyelesaikan perjalanan penuh makna ke Tiongkok. Di sana, ia bertemu kembali dengan pelopor penanaman pohon, Yin Yuzhen, seorang warga desa setempat yang mendapat banyak pujian atas upaya pelestarian lingkungannya di Daerah Otonom Mongolia Dalam, Tiongkok Utara.

Pada tahun 1999, Sakolsky, yang saat itu bekerja sebagai guru di Tiongkok tengah, menggalang dana sebesar 5.000 dolar AS (sekitar 89,5 juta rupiah) untuk mendukung upaya Yin memerangi desertifikasi (perluasan gurun). Bantuan tersebut telah berkembang menjadi lebih dari 50.000 pohon. Keduanya bertemu kembali bulan lalu setelah 26 tahun berpisah, dan kisah mereka kini menjadi simbol persahabatan antarwarga yang sangat dihargai oleh kedua belah pihak.

"Tiongkok sedang melangkah ke arah yang tepat, dan menurut saya, Amerika serta Tiongkok dapat saling berbagi gagasan untuk membantu kedua negara menyongsong masa depan yang cerah bagi semua orang, khususnya generasi muda kita. Saya ingin mengucapkan selamat merayakan Hari Nasional Tiongkok yang luar biasa, yang tahun ini menandai peringatan 77 tahun, kepada seluruh rakyat Tiongkok. Saya juga ingin menyampaikan dari lubuk hati terdalam bahwa tanpa kebaikan hati rakyat Tiongkok, saya tidak akan mungkin berdiri di sini. Jadi, terima kasih banyak," ujar Sakolsky.

Sementara itu, banyak hadirin lain dalam acara resepsi tersebut juga menyampaikan pandangan mereka mengenai laju pembangunan Tiongkok yang luar biasa pesat serta signifikansi globalnya.

"Hal yang paling membuat saya terkesan adalah kecepatan proses pembangunan yang dicapai Tiongkok. Hal ini telah mengubah dunia. Situasi ini menyadarkan banyak negara di dunia berkembang bahwa mereka pun dapat melangkah mengikuti jejak Tiongkok: berinvestasi dalam sains dan teknologi serta sektor industri," kata William Jones, Kepala Biro Washington untuk Executive Intelligence Review (EIR).

"Kami senantiasa belajar banyak dari rakyat Tiongkok; kami sangat mengagumi Anda dan mencermati perubahan luar biasa yang telah terjadi di Tiongkok selama beberapa tahun terakhir. Sungguh menakjubkan," ujar seorang hadirin lainnya.