Shanghai, Bharata Online - Kompetisi WorldSkills menginspirasi para profesional muda dari seluruh dunia untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman, dengan fokus pada pelatihan vokasi yang cakupannya jauh melampaui arena kompetisi itu sendiri.

Kompetisi WorldSkills ke-48 berlangsung dari tanggal 22 hingga 27 September 2026 di Shanghai. Anggota tim Prancis tiba di Sekolah Vokasi Shanghai Caoyang untuk mengikuti acara "One School One Member" pada hari Selasa (22/9).

Dalam acara tahun ini, para peserta dari Tiongkok dan Prancis tidak hanya belajar cara mencapai keunggulan, tetapi juga memahami bagaimana berbagai negara mempersiapkan profesional muda untuk bidang keahlian yang sama. Mulai dari bidang tata boga dan pembuatan roti hingga tata rambut dan terapi kecantikan, Prancis memiliki tradisi pelatihan vokasi yang mengakar kuat serta hubungan erat dengan dunia industri.

Sementara itu, Sekolah Vokasi Shanghai Caoyang terus melanjutkan kemitraan jangka panjangnya dengan berbagai institusi kuliner Prancis, yang memungkinkan terjadinya pertukaran lintas budaya secara mendalam.

Para peserta WorldSkills 2026 saling berbagi teknik, pengalaman praktis, serta pemahaman langsung mengenai bagaimana keterampilan vokasi diajarkan dan dikembangkan di luar ajang kompetisi.

"Kompetisi saya terbagi menjadi empat modul yang masing-masing bersifat independen. Tujuannya adalah mengerjakan mesin yang kondisinya masih baru tanpa konfigurasi apa pun, lalu melakukan seluruh pengaturan konfigurasi agar hasilnya seakurat mungkin sesuai dengan deskripsi tugas," ujar Charlie Gourdien, yang berkompetisi dalam kategori administrator sistem jaringan TI.

"Keahlian saya adalah teknologi busana. Saya membuat pakaian dan sketsa; bidang ini sangat kreatif," kata Manon Pouivet, yang berpartisipasi dalam kompetisi teknologi busana.

Pertukaran tersebut mencerminkan transformasi yang lebih luas dalam pendidikan vokasi global. Pelatihan masa kini memadukan pengetahuan teknis, kreativitas, keterampilan komunikasi, serta pemahaman mengenai standar internasional.

Bagi banyak peserta WorldSkills, perolehan medali hanyalah permulaan. Sebagian dari mereka kemudian berperan melatih dan menginspirasi orang lain melalui organisasi seperti WorldSkills Champions Trust.

"Saya berkompetisi dalam WorldSkills Special Edition 2022 di Swiss pada bidang keahlian memasak. Berdasarkan pengalaman saya saat berkompetisi dan melihat kondisi empat tahun kemudian, tingkat kemampuan para peserta saat ini sangat berbeda. Jadi, menurut saya bidang ini berkembang sangat pesat. Tren pun terus berubah, setiap tahun muncul tren yang berbeda. Kini, fokus lebih diarahkan pada keterampilan praktik langsung, mengurangi penggunaan cetakan maupun bahan siap pakai, serta lebih mengutamakan keterampilan tangan dan kreativitas para peserta," ujar Leyla Valiyeva, Anggota WorldSkills Champions Trust.

Pada akhirnya, baik saat menyiapkan hidangan maupun menata rambut, setiap momen keunggulan di WorldSkills merupakan hasil dari pelatihan intensif selama bertahun-tahun serta kolaborasi antara sekolah, industri, dan instruktur. Kompetisi ini lebih dari sekadar ajang perebutan medali. Ini adalah wadah bagi pertukaran global, peningkatan standar, serta sarana untuk menghadirkan ide dan praktik baru dalam pelatihan vokasi di seluruh dunia.