New Delhi, Bharata Online - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, pada hari Sabtu (12/9) mengatakan bahwa negara-negara BRICS harus berdiri teguh di sisi sejarah yang benar dan berupaya menjadi pelopor zaman.

Saat berpidato dalam Sesi I KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India, Xi menekankan bahwa dunia sedang mengalami transformasi cepat yang belum pernah terjadi dalam satu abad terakhir, kekuatan Global South (negara-negara berkembang) tumbuh pesat, dan tren menuju dunia multipolar tidak dapat dibendung.

Sementara itu, arus balik berupa unilateralisme dan politik kekuasaan sedang menguat, multilateralisme serta tatanan internasional berada di bawah tekanan, dan kesenjangan dalam perdamaian, pembangunan, keamanan, serta tata kelola terus melebar, ujar Xi.

Ia mengatakan bahwa negara-negara BRICS harus mengarahkan tatanan internasional menuju keadilan dan kesetaraan yang lebih besar, serta bekerja sama membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.

Xi menyerukan kepada negara-negara BRICS untuk menjadi pelopor dalam pembangunan inovatif, serta dalam menjaga perdamaian dan stabilitas, memfasilitasi pembelajaran timbal balik antarperadaban, serta mereformasi dan memperbaiki tata kelola global.