New York, Bharata Online - Pada hari Senin (5/10), Tiongkok menyerukan kepada masyarakat internasional untuk bekerja sama memerangi dan memberantas kekuatan teroris, termasuk Gerakan Islam Turkistan Timur atau Eastern Turkistan Islamic Movement (ETIM).
Saat berbicara dalam acara kontra-terorisme di Komite Keenam Sidang ke-81 Majelis Umum PBB, Wakil Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB, Sun Lei, menyatakan bahwa Tiongkok secara aktif mendorong respons bersama terhadap tantangan terorisme global.
Tiongkok juga menegaskan pentingnya menjunjung standar yang seragam dan membangun konsensus mengenai kontra-terorisme, menerapkan pendekatan komprehensif serta meningkatkan efektivitas kontra-terorisme, serta menjunjung tinggi multilateralisme dan membangun sinergi dalam upaya kontra-terorisme.
"Saat ini, serangan teroris sering terjadi di seluruh dunia. Aktivitas teroris yang memanfaatkan teknologi baru, seperti internet, pesawat nirawak (drone), dan kecerdasan buatan, telah menjadi hal yang umum, sehingga membuat situasi kontra-terorisme internasional menjadi semakin gawat. Terorisme adalah musuh bersama umat manusia, dan tidak ada satu negara pun yang dapat berdiri sendiri dalam menghadapi ancaman terorisme," ujar Sun.
Ia mengatakan Tiongkok mendukung percepatan perumusan konvensi komprehensif mengenai pemberantasan terorisme internasional, serta dengan tegas menentang politisasi dan instrumentalisasi kontra-terorisme, menentang standar ganda dan kontra-terorisme yang selektif, serta menentang campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain dengan dalih kontra-terorisme.
Menurutnya, Tiongkok senantiasa menjadi peserta dan kontributor penting dalam upaya kontra-terorisme internasional, serta siap untuk terus bekerja sama dengan semua pihak guna memerangi terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya.