Slovenia, Bharata Online - Tokoh-tokoh politik dari berbagai negara menyoroti pentingnya kunjungan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, ke Amerika Serikat bagi dunia, dengan harapan kunjungan ini akan membawa stabilitas lebih besar bagi dunia yang sedang dilanda gejolak.

Xi tiba di Amerika Serikat pada hari Rabu (23/9) untuk memulai kunjungan kenegaraan selama tiga hari atas undangan Presiden AS, Donald Trump. Kunjungan ini dilakukan setelah Trump melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok pada bulan Mei 2026, yang merupakan kunjungan pertama oleh seorang presiden AS dalam kurun waktu hampir sembilan tahun.

Mantan Presiden Slovenia, Danilo Turk, mengatakan bahwa kunjungan ini akan membawa stabilitas politik maupun ekonomi bagi dunia.

"Saya sangat senang ketika mengetahui rencana Presiden Xi untuk mengunjungi Amerika Serikat tepat pada saat ini, karena kunjungan pada momen ini dapat memberikan dampak stabilisasi yang penting bagi dunia, tidak hanya dalam aspek ekonomi tetapi juga politik. Tiongkok adalah contoh kekuatan besar yang bertanggung jawab," ujarnya.

Andrey Sidorov, seorang lektor kepala (associate professor) di Universitas Negeri Moskow Lomonosov, mencatat tingginya frekuensi interaksi antara Xi dan Trump, seraya mengatakan bahwa keterlibatan tingkat tinggi tersebut sangat krusial untuk menangani berbagai isu bilateral.

"Kedua pemimpin telah bertemu berkali-kali. Oktober lalu, mereka bertemu di Busan, Korea Selatan. Pada bulan Mei tahun ini, Presiden Trump melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok. Kini, Presiden Xi mengunjungi Washington. Seluruh dunia mencermati pertemuan-pertemuan mereka yang sering terjadi. Menurut pendapat saya, hal ini sangatlah penting. Komunikasi dan kerja sama yang intens antara kedua pemimpin akan membantu mengidentifikasi serta menyelesaikan berbagai masalah dalam hubungan internasional maupun hubungan bilateral mereka," kata Sidorov.

Mantan Perdana Menteri Prancis, Laurent Fabius, berharap kunjungan ini akan menghasilkan lebih banyak konsensus mengenai isu-isu bilateral dan global di antara kedua negara besar tersebut.

"Saya berharap Tiongkok dan Amerika Serikat dapat mencapai konsensus sebanyak mungkin. Tiongkok dan Amerika Serikat adalah negara-negara besar yang sangat penting bagi dunia. Ada terlalu banyak masalah yang perlu diselesaikan di dunia ini. Oleh karena itu, kedua negara perlu bekerja sama. Seperti kata pepatah Prancis—dan ungkapan serupa di negara-negara lain—'dibutuhkan dua pihak untuk menari tango'," ujar Fabius.

Jean-Luc Melenchon, pemimpin de facto partai politik Prancis La France Insoumise, berharap pertemuan puncak Xi-Trump dapat membantu memulihkan ketertiban dalam perdagangan internasional dan hubungan global.

"Kami berharap pertemuan ini akan bermanfaat bagi seluruh umat manusia. Dunia saat ini sedang menghadapi pergolakan dan kekacauan besar. Kita harus mengubah situasi ini. Sikap Tiongkok sangat rasional dan terencana dengan baik. Sudah terlalu banyak kekacauan dalam perdagangan dan hubungan internasional. Itulah sebabnya pertemuan ini sangat penting," ujarnya.

Fernand Kartheiser, anggota Parlemen Eropa dari Luksemburg, juga berharap kunjungan ini dapat membantu meredakan ketegangan dalam hubungan internasional.

"Kita hidup di masa yang sangat sulit. Dunia tidak terlalu stabil dan penuh dengan ketegangan. Oleh karena itu, saya sangat menyambut baik kunjungan Presiden Xi Jinping ke Amerika Serikat, karena hal ini memberikan harapan bagi hubungan internasional yang lebih baik," kata Kartheiser.