New York, Bharata Online - Kesetaraan berdaulat merupakan landasan hubungan internasional modern, kata Sun Lei, Wakil Tetap Tiongkok untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada hari Rabu (7/10).
Sun menyampaikan pernyataan tersebut saat membacakan pernyataan bersama atas nama Kelompok Sahabat Tata Kelola Global (Group of Friends of Global Governance) di Komite Keenam Sidang ke-81 Majelis Umum PBB.
Ia mengatakan bahwa tatanan internasional sekali lagi menghadapi gejolak dan ketidakstabilan, dengan konflik regional yang terus berkobar, meningkatnya unilateralisme dan politik kekuasaan, serta perlombaan senjata global yang kian cepat dengan risiko yang semakin besar.
Menurutnya, penegakan hukum di tingkat internasional berada di bawah tekanan berat, yang menimbulkan risiko destruktif bagi perdamaian dan keamanan global.
Menyikapi situasi tersebut, Sun mengajukan empat usulan: menjunjung tinggi wibawa Piagam PBB dan supremasi hukum internasional; menjunjung tinggi kesetaraan berdaulat serta memastikan penerapan aturan internasional yang setara dan seragam; menjunjung tinggi penyelesaian sengketa secara damai dan menentang penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional; serta memperkuat tata kelola di ranah-ranah baru guna menjawab tuntutan zaman.
"Kesetaraan berdaulat adalah landasan hubungan internasional modern. Kedaulatan dan martabat semua negara—baik besar maupun kecil, kuat maupun lemah, kaya maupun miskin, harus dihormati. Penerapan aturan internasional yang setara dan seragam merupakan syarat mutlak dari kesetaraan berdaulat. Semua negara memiliki hak yang sama dan memikul kewajiban yang sama berdasarkan hukum internasional. Kami dengan tegas menolak standar ganda dan penerapan yang bersifat selektif," kata Sun.