Beijing, Bharata Online - Latihan militer Tiongkok di perairan dekat Pulau Huangyan merupakan langkah yang diperlukan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut Tiongkok Selatan, ujar Kolonel Senior Zhang Chi, seorang Profesor di Universitas Pertahanan Nasional Tiongkok, pada hari Minggu (27/9).
Zhang menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan China Central Television (CCTV) setelah unit angkatan laut dan udara dari Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (People's Liberation Army/PLA) Tiongkok melaksanakan latihan gabungan di perairan dan wilayah udara di sekitar Pulau Huangyan pada hari yang sama.
Sebuah pernyataan dari komando tersebut menyebutkan bahwa latihan itu merupakan operasi yang diperlukan sebagai tanggapan atas tindakan negara-negara tertentu yang telah merusak perdamaian dan stabilitas kawasan.
"Tindakan pihak Filipina yang memicu masalah di laut, melakukan pelanggaran hak, melancarkan provokasi, dan bertindak dengan itikad buruk dengan mengandalkan kekuatan eksternal telah merusak perdamaian dan stabilitas kawasan. Pulau Huangyan merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Tiongkok. Cakupan wilayah Filipina telah ditetapkan melalui serangkaian perjanjian internasional, dan Pulau Huangyan berada di luar cakupan tersebut. Ketergantungan Filipina pada kekuatan eksternal untuk memicu masalah dan menciptakan kekacauan di Laut Tiongkok Selatan hanya akan meningkatkan ketegangan serta merugikan kepentingan bersama negara-negara di kawasan. Hal ini menjadikan Filipina sebagai pihak pembuat masalah dan perusak perdamaian yang nyata," ujar Zhang.
"Faktanya, perdamaian dan stabilitas di Laut Tiongkok Selatan membutuhkan sikap saling menghormati dan konsultasi di antara negara-negara di kawasan tersebut. Membentuk kubu-kubu dan melibatkan kekuatan eksternal hanya akan menjadi bumerang. Fakta telah berulang kali membuktikan bahwa upaya memicu sengketa dengan mengandalkan kekuatan eksternal pada akhirnya hanya akan menjadikan pihak tersebut sebagai alat yang dimanfaatkan oleh pihak lain. Memicu masalah dengan dukungan eksternal tidak akan membuahkan hasil apa pun, dan tindakan 'mengundang serigala masuk ke dalam rumah' pada akhirnya akan berbalik merugikan diri sendiri," jelasnya.
Zhang menyatakan bahwa latihan militer Tiongkok tersebut sah dan diperlukan demi melindungi hak-haknya serta menjaga stabilitas.
"Pulau Huangyan merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Tiongkok, dan Tiongkok memegang kedaulatan, hak berdaulat, serta yurisdiksi yang tak terbantahkan atas Pulau Huangyan dan perairan di sekitarnya. Latihan gabungan maritim dan udara yang dilakukan oleh militer serta pasukan Penjaga Pantai Tiongkok di perairan dan wilayah udara sekitar Pulau Huangyan ini sah, profesional, dan sesuai standar. Ini merupakan tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan wilayah nasional serta hak dan kepentingan maritim, sekaligus langkah yang adil untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut Tiongkok Selatan," ujarnya.