Jakarta, Bharata Online - Kisah sang Manusia Laba-laba kembali hadir menghiasi layar lebar dengan babak baru yang emosional melalui film Spider-Man: Brand New Day. Film ini berfokus pada perubahan drastis kehidupan Peter Parker (Tom Holland) pasca insiden besar di Spider-Man: No Way Home.
Keputusan Peter yang meminta Doctor Strange (Benedict Cumberbatch) untuk menghapus memori semua orang tentang dirinya—termasuk orang-orang tersayangnya seperti MJ (Zendaya), Ned (Jacob Batalon), Bibi May (Marisa Tomei), dan jajaran Avengers—membawa dampak psikologis yang amat berat baginya.
Di balik topeng pahlawannya, Peter memendam rasa depresi dan beban batin yang perlahan mulai memengaruhi kondisi fisik serta emosionalnya. Ia bahkan dihadapkan pada krisis kepercayaan diri, meragukan apakah kekuatan super yang dimilikinya merupakan berkah atau justru sebuah ancaman bagi dirinya sendiri. Di tengah kebimbangan dan proses adaptasi pada tubuhnya tersebut, rentetan ancaman misterius baru tiba-tiba muncul dan membahayakan keselamatan kota, memaksa Peter untuk kembali beraksi.
Marvel Studios sekali lagi berhasil mendobrak batasan dan menyajikan tontonan luar biasa yang mengingatkan penonton pada euforia setingkat Avengers: Endgame. Spider-Man: Brand New Day tampil sebagai fan service yang sangat memuaskan bagi penonton dari berbagai generasi, sekaligus sukses menangkap esensi utama dari karakter komiknya. Pesan ikonis seperti "friendly neighborhood" serta "with great power comes great responsibility" divisualisasikan dengan sangat apik.
Film ini menekankan bahwa Peter tidak hanya bertugas menumpas kejahatan, tetapi juga menebar kebaikan, terutama saat menghadapi tamu tak diundang dari realitas lain. Meskipun berurusan dengan kekacauan multidimensi, film ini sama sekali tidak kehilangan jati dirinya sebagai kisah coming-of-age yang menyoroti kepintaran dan kebaikan hati seorang remaja.
Satu aspek yang membuat film ini jauh lebih spektakuler dan berbeda dari pendahulunya adalah keterlibatan tim stunt man legendaris asal Tiongkok milik Jackie Chan. Aktor kawakan Jackie Chan terjun langsung ke lokasi syuting (termasuk di London) sebagai sutradara aksi (action director) khusus untuk tim akrobatiknya, guna memastikan setiap koreografi pertarungan dieksekusi dengan sempurna dan aman.
Berkolaborasi dengan sutradara Destin Daniel Cretton, kehadiran Jackie Chan Stunt Team membawa gaya aksi seni bela diri yang praktis, cepat, dan lebih nyata ke dalam dunia Spider-Man. Alih-alih hanya mengandalkan efek CGI, koreografi fisik yang memukau ini memberikan warna baru, di mana Tom Holland juga turut menuai pujian atas dedikasinya melakukan berbagai adegan berbahaya secara langsung.
Secara keseluruhan, film ini mungkin belum sepenuhnya sempurna. Terdapat sedikit kendala pada alur (pacing) di paruh kedua yang terasa agak tersendat saat membangun penokohan Peter, serta beberapa bagian penyuntingan yang terkesan terburu-buru. Namun, kekurangan minor tersebut seketika sirna ketika film memasuki babak selanjutnya yang dipenuhi dengan kejutan, aksi mendebarkan, dan fan service.
Spider-Man: Brand New Day adalah sebuah mahakarya blockbuster yang berhasil memicu decak kagum, membuktikan bahwa pengalaman komunal yang emosional di dalam bioskop adalah sebuah keajaiban sinema yang tidak akan pernah bisa tergantikan.