Jenewa, Bharata Online - Pada hari Senin (5/10), sesi ke-63 Dewan Hak Asasi Manusia PBB (United Nations Human Rights Council/UNHRC) mengadopsi secara konsensus rancangan resolusi berjudul "Mendorong Aksesibilitas demi Pemenuhan Penuh Seluruh Hak Asasi Manusia bagi Semua Orang" yang diusulkan oleh Tiongkok atas nama 47 negara.
Jia Guide, Wakil Tetap Tiongkok untuk Kantor PBB di Jenewa dan organisasi internasional lainnya di Swiss, dalam sambutan pembukaannya menyatakan bahwa membangun lingkungan yang aksesibel memberikan jaminan penting bagi masyarakat dari berbagai kelompok untuk berpartisipasi secara setara dan nyaman dalam kehidupan sosial serta menikmati hak asasi mereka sepenuhnya.
Menurutnya, rancangan resolusi itu bertujuan untuk mendorong aksesibilitas dan lingkungan yang ramah lansia dalam konteks penuaan populasi. Jia juga mengatakan resolusi ini juga menyoroti peluang dan tantangan yang muncul dari teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan, serta menyerukan kepada semua negara untuk mengedepankan inovasi, inklusivitas, keterbukaan, keadilan, serta keselamatan dan keamanan dalam pengembangan dan penggunaan teknologi digital baru, demi meningkatkan aksesibilitas informasi dan komunikasi.
Perwakilan dari Kuba dan Mesir, di antara yang lain, turut menyampaikan dukungan terhadap resolusi tersebut, seraya mengapresiasi langkah aktif Tiongkok dalam mempromosikan konsep "aksesibilitas bagi semua" dan memajukan upaya terkait aksesibilitas.
Mereka menilai bahwa resolusi tersebut mendorong penyediaan bantuan teknis bagi negara-negara berkembang serta peningkatan kerja sama internasional di bidang terkait, selaras dengan kebutuhan negara-negara berkembang.
Pada tahun 2024, UNHRC untuk pertama kalinya mengadopsi resolusi dengan judul serupa yang diusulkan oleh Tiongkok, yang sekaligus menjadi resolusi tematik pertama mengenai aksesibilitas dalam sejarah PBB.