Beijing, Bharata Online - Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan Tiongkok menyatakan pada hari Selasa (29/9) bahwa negara tersebut akan mengupayakan modernisasi pertanian dan pedesaan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta reformasi kelembagaan.
Dalam konferensi pers di Beijing mengenai kemajuan Rencana Lima Tahun ke-15 (periode 2026-2030), Menteri Pertanian Tiongkok, Zhang Zhu, mengatakan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan sarana utama, sementara reformasi menjadi penggerak krusial dalam menjadikan Tiongkok sebagai kekuatan besar di bidang pertanian.
Ia menekankan perlunya memajukan inovasi teknologi dan kelembagaan secara kolaboratif guna menciptakan momentum serta keunggulan baru bagi pembangunan pertanian dan pedesaan yang berkualitas tinggi.
"Tiongkok akan berupaya mencapai kemandirian yang lebih besar dalam ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian tingkat tinggi, memperdalam integrasi inovasi teknologi dan industri, serta membangun sinergi yang lebih kuat antara lahan pertanian berstandar tinggi, benih unggul, mesin canggih, dan praktik pertanian yang tepat. Tujuannya adalah menjadikan kekuatan produktif berkualitas baru sebagai mesin penggerak baru bagi pertanian modern," ujar sang menteri.
Zhang mengatakan bahwa prioritas akan diberikan pada reformasi lahan, sembari tetap melindungi hak-hak kolektif petani dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya pedesaan demi memberikan manfaat nyata bagi industri pertanian dan masyarakat pedesaan.
"Fokus utama tetap pada hubungan antara petani dan lahan. Tiongkok akan terus memperdalam reformasi pedesaan yang krusial, termasuk program percontohan untuk memperpanjang kontrak lahan selama 30 tahun lagi setelah berakhirnya kontrak putaran kedua. Upaya-upaya ini bertujuan untuk memperkuat fondasi kepemilikan kolektif, melindungi hak-hak anggota kolektif pedesaan, menggali potensi sumber daya serta faktor produksi pedesaan, dan meningkatkan efektivitas kebijakan yang ditujukan untuk memperkuat sektor pertanian, menyejahterakan petani, serta memajukan kawasan pedesaan," ungkapnya.
Sebelumnya pada tahun ini, Dewan Negara (kabinet Tiongkok) telah menerbitkan rencana untuk mempercepat modernisasi pertanian dan pedesaan selama periode Rencana Lima Tahun ke-15.
Berdasarkan rencana tersebut, pada tahun 2030, ketahanan pangan nasional akan terus ditingkatkan; kualitas, efisiensi, dan daya saing pertanian akan semakin diperbaiki; serta pencapaian dalam pengentasan kemiskinan akan diperkokoh dan diperluas. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan secara signifikan kemandirian dan kekuatan nasional dalam ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, mencapai kemajuan besar dalam mentransformasikan pertanian menjadi industri utama yang modern, serta terus meningkatkan pendapatan petani dengan laju yang relatif cepat hingga tahun 2030.