Beijing, Bharata Online - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, telah menyerukan upaya untuk mencari cara yang tepat dalam mengembangkan hubungan Tiongkok-AS di era baru, seraya menyatakan bahwa kedua negara harus menjadi sahabat yang saling mendukung dan bekerja sama demi kemakmuran bersama.
Xi menyampaikan hal tersebut pada bulan Mei tahun ini saat menerima Presiden AS, Donald Trump, di Beijing. Dalam pembicaraan mereka, Xi juga melontarkan sejumlah pertanyaan mengenai hubungan Tiongkok-AS.
"Bisakah Tiongkok dan Amerika Serikat mengatasi 'Perangkap Thucydides' dan menciptakan paradigma baru hubungan antarnegara besar? Bisakah kita bersama-sama menghadapi tantangan global dan memberikan stabilitas yang lebih besar bagi dunia? Bisakah kita membangun masa depan yang cerah bagi hubungan bilateral kita demi kesejahteraan kedua bangsa dan masa depan umat manusia? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang sangat penting bagi sejarah, dunia, dan masyarakat," ujar Xi.
Mengingat Tiongkok telah menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia sejak tahun 2010, sejumlah politisi dan akademisi Barat kerap mengaitkan konsep "Perangkap Thucydides" dengan hubungan Tiongkok-AS. Xi menanggapi retorika mengenai Perangkap Thucydides tersebut pada bulan September 2015 saat berpidato di Seattle, Amerika Serikat.
Xi mengaitkan munculnya Perangkap Thucydides dengan kesalahan perhitungan strategis di kalangan negara-negara besar. Ia menyatakan bahwa Tiongkok siap bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk lebih memahami arah strategis dan jalur pembangunan masing-masing, serta menyerukan peningkatan saling pengertian dan kepercayaan di antara kedua belah pihak guna mencegah kesalahpahaman dan kesalahan perhitungan.
Terkait masalah Taiwan, Xi menegaskan bahwa hal itu merupakan isu terpenting dalam hubungan Tiongkok-AS. Jika ditangani dengan tepat, hubungan bilateral akan menikmati stabilitas secara keseluruhan. Sebaliknya, jika tidak, kedua negara akan mengalami benturan bahkan konflik, yang dapat membahayakan seluruh hubungan tersebut. Xi pun mendesak pihak AS untuk sangat berhati-hati dalam menangani masalah Taiwan.
Menjaga perdamaian dan stabilitas lintas Selat merupakan titik temu kepentingan terbesar antara Tiongkok dan Amerika Serikat, ujar Xi, seraya menekankan bahwa "kemerdekaan Taiwan" dan perdamaian lintas Selat adalah dua hal yang tidak dapat disatukan, layaknya api dan air. Dengan kerja sama perdagangan dan ekonomi sebagai landasan bagi perkembangan hubungan bilateral yang stabil dan berjangka panjang, tim dari Tiongkok dan AS melakukan pertukaran pandangan secara mendalam di Busan, Korea Selatan, tempat Xi dan Trump bertemu pada bulan Oktober tahun lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Xi menyatakan bahwa Tiongkok akan semakin memperdalam reformasi secara menyeluruh, memperluas keterbukaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas tinggi sembari mencapai peningkatan output ekonomi yang memadai dan memajukan pembangunan manusia yang utuh serta kemakmuran bersama bagi semua pihak. Ia menambahkan bahwa hal ini juga akan memperluas ruang kerja sama antara Tiongkok dan Amerika Serikat.
"Dunia bisnis senantiasa menjadi bagian sentral dari hubungan AS-Tiongkok. Kami telah saling bertukar teknologi dan tumbuh bersama, dan saya berharap kita dapat membuat kemajuan untuk memperdalam hubungan bisnis ini," ujar Craig Allen, Mantan Presiden Dewan Bisnis AS-Tiongkok.
Xi senantiasa meyakini bahwa kisah hubungan Tiongkok-AS ditulis oleh rakyatnya. Pada tahun 1985, Xi, yang saat itu menjabat di Komite Partai Komunis Tiongkok untuk Kabupaten Zhengding di Provinsi Hebei, Tiongkok Utara, memimpin delegasi untuk mengunjungi negara bagian Iowa, AS, tempat ia menjalin persahabatan yang erat dengan penduduk setempat.
Pada bulan September 2015, dalam pidatonya di Seattle, Xi menyatakan bahwa fondasi persahabatan Tiongkok-AS terletak pada rakyatnya dan harapan terletak pada generasi muda; oleh karena itu, ia mengundang kaum muda Amerika untuk mengunjungi Tiongkok.
Sembari menekankan bahwa dialog lebih baik daripada konfrontasi, Xi mengatakan di Busan tahun lalu bahwa Tiongkok dan Amerika Serikat perlu menjaga komunikasi melalui berbagai saluran dan tingkat guna meningkatkan saling pengertian. Ia menambahkan bahwa terdapat potensi besar bagi kedua negara untuk bekerja sama dalam memerangi imigrasi ilegal dan penipuan telekomunikasi, pemberantasan pencucian uang, pengembangan kecerdasan buatan, serta penanganan penyakit menular.
Ia menyerukan kepada instansi terkait untuk memperkuat dialog dan pertukaran serta melaksanakan kerja sama yang saling menguntungkan, mengingat kedua negara perlu menjalin interaksi positif di berbagai platform regional maupun internasional.
Di tengah berbagai persoalan berat yang dihadapi dunia saat ini, Xi menyatakan bahwa Tiongkok dan Amerika Serikat dapat memikul tanggung jawab bersama sebagai negara-negara besar, serta bekerja sama untuk mewujudkan lebih banyak pencapaian besar dan konkret demi kemaslahatan kedua negara maupun dunia secara keseluruhan.
Dalam jamuan penyambutan untuk Trump pada bulan Mei 2026, Xi mencatat bahwa tahun ini menandai dimulainya periode Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok dan peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan Amerika, seraya memuji rakyat kedua negara sebagai bangsa yang hebat. Ia mengatakan bahwa upaya mewujudkan kebangkitan besar bangsa Tiongkok dan menjadikan Amerika hebat kembali dapat berjalan beriringan, saling melengkapi, dan memberikan manfaat bagi dunia.
"Sebagaimana disampaikan pula oleh Presiden Xi, kita adalah mitra, bukan pesaing; itulah kerangka dasarnya. Menurut saya, prinsip-prinsip dasar ini perlu ditegaskan dan dianut sepenuhnya, karena akan menjadi landasan bagi stabilitas dan kerja sama konstruktif di masa depan," ujar Sourabh Gupta, Peneliti Senior di Institute for China-America Studies.
Kerja sama antara Tiongkok dan AS yang melintasi Samudra Pasifik tidak hanya membawa manfaat bagi rakyat kedua negara, tetapi juga bagi kawasan dan dunia. Seperti yang dikatakan Xi, pembangunan hubungan Tiongkok-AS yang konstruktif dan berlandaskan stabilitas strategis tidak boleh sekadar menjadi slogan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata oleh kedua belah pihak demi mencapai tujuan yang sama.
Xi menegaskan bahwa kepentingan bersama antara Tiongkok dan Amerika Serikat jauh lebih besar daripada perbedaan di antara keduanya. Keberhasilan satu negara merupakan peluang bagi negara lainnya, dan hubungan Tiongkok-AS yang stabil memberikan manfaat besar bagi dunia.
Menurutnya, kerja sama antara Tiongkok dan Amerika Serikat mendatangkan manfaat besar bagi kedua belah pihak, sementara konfrontasi hanya akan membawa kerugian bagi keduanya, ujarnya.