Roma, Bharata Online - Tiga perempuan asal Tiongkok terpilih masuk dalam daftar "100 Perempuan Pahlawan dalam Sistem Pangan-Pertanian dan Pembangunan Pedesaan" versi FAO, sebuah inisiatif pengakuan global yang diluncurkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO).
Yin Yuzhen, Dong Minfang, dan Yu Jinxiu menerima penghargaan itu dalam sebuah upacara yang digelar pada hari Kamis (15/10) di kantor pusat FAO di Roma, sebagai bagian dari Forum Pangan Dunia (World Food Forum) tahun ini.
Yin Yuzhen, seorang pelopor pengendalian pasir, telah menghabiskan lebih dari empat dekade berjuang melawan desertifikasi di Lahan Berpasir Maowusu, Daerah Otonom Mongolia Dalam, Tiongkok Utara. Berkat upaya penanaman pohon yang gigih selama puluhan tahun, ia bersama keluarganya berhasil mengubah bentang alam yang dulunya gersang menjadi hamparan hijau, meski harus menghadapi kondisi lingkungan yang keras serta pergerakan pasir.
Kisah perjuangannya juga melahirkan persahabatan abadi dengan Ronald Sakolsky, seorang pensiunan guru asal Amerika Serikat, yang puluhan tahun lalu menggalang dana sebesar 5.000 dolar AS (sekitar 90 juta rupiah) untuk mendukung upaya penghijauan yang ia lakukan.
"Saya akan mendedikasikan diri untuk terus melanjutkan program sabuk pelindung (shelterbelt) di wilayah timur laut, utara, dan barat laut Tiongkok. Dengan semangat pantang menyerah, saya akan berkontribusi untuk membuat langit kita lebih biru, lahan kita lebih hijau, air kita lebih jernih, serta menjadikan dunia kita tempat yang lebih indah," ujar Yin, yang merupakan pekerja teladan tingkat nasional sekaligus Ketua Asosiasi Industri Kehutanan Maowusu di Kota Ordos, Tiongkok Utara.
Sementara itu, Dong Minfang menjabat sebagai ketua Koperasi Profesional Mesin Pertanian Fengrui di Kabupaten Yueyang, Provinsi Hunan (Tiongkok tengah), dan Yu Jinxiu merupakan seorang terapis moksibusi dari Kabupaten Qichun, Provinsi Hubei (Tiongkok tengah). Keduanya telah menghabiskan waktu bertahun-tahun membagikan keahlian mereka untuk membantu ribuan orang mendapatkan pekerjaan dan merintis usaha, sehingga turut meningkatkan pendapatan penduduk pedesaan.
"Berdiri di panggung internasional ini merupakan bentuk pengakuan bagi perempuan Tiongkok. Saya berharap dapat terus berkarya di lapangan, membantu masyarakat di kampung halaman saya untuk mengembangkan pertanian modern, serta membagikan kisah tentang perempuan Tiongkok di komunitas pedesaan kepada dunia," ungkap Dong Minfang, Ketua Koperasi Profesional Mesin Pertanian Fengrui yang bernaung di bawah Koperasi Pertanian Padi Runsheng di Kabupaten Yueyang.
"Saat kembali ke kampung halaman, saya berharap dapat memperluas sistem pelatihan bagi perajin di pedesaan serta membantu lebih banyak penduduk setempat mengembangkan keterampilan dan meningkatkan pendapatan mereka. Saya juga ingin menciptakan lebih banyak peluang kerja agar mereka dapat mewujudkan potensi penuh mereka dan memperbaiki taraf hidup," ujar Yu Jinxiu, Praktisi sekaligus Promotor Terapi Moksibusi Qichun.
Inisiatif global yang diluncurkan oleh FAO dalam rangka memperingati Tahun Internasional Petani Perempuan 2026 ini memberikan pengakuan kepada 100 perempuan atas kontribusi luar biasa mereka di bidang pertanian, sistem pangan, dan pembangunan perdesaan.
FAO menyatakan telah menerima 609 nominasi dari 131 negara anggota. Proses seleksi mencakup peninjauan kelayakan, penilaian, pemeringkatan oleh jajaran manajemen senior, serta dua putaran pembahasan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan tahun 2026 sebagai Tahun Internasional Petani Perempuan untuk menyoroti kontribusi perempuan dalam sistem agripangan, serta mendorong kebijakan dan investasi yang dapat meningkatkan akses mereka terhadap pendanaan, pengetahuan, dan berbagai layanan.