Beijing, Bharata Online - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, menyerukan upaya untuk secara teguh menempuh jalur yang berciri khas Tiongkok dalam mengembangkan program kesehatan negara, guna mencapai kemajuan yang menentukan dalam Inisiatif Tiongkok Sehat (Healthy China Initiative) selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030).

Xi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan Ketua Komisi Militer Pusat, menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan nasional bidang kesehatan yang diselenggarakan di Beijing pada hari Senin (12/10) dan Selasa (13/10).

Xi menekankan bahwa kesehatan masyarakat merupakan tolok ukur utama kemakmuran dan kekuatan suatu bangsa.

Sejak Kongres Nasional PKT ke-18 pada tahun 2012, Partai telah mengambil keputusan besar untuk meluncurkan Inisiatif Tiongkok Sehat, serta mendorong pembentukan sistem layanan medis, pengobatan tradisional, pencegahan dan pengendalian penyakit, serta jaminan kesehatan terbesar di dunia, ujar Xi, seraya mencatat bahwa negara tersebut telah mencapai prestasi bersejarah dan kemajuan menyeluruh di bidang layanan kesehatan.

Ia mengatakan bahwa tujuannya adalah membangun "Tiongkok Sehat", dengan layanan kesehatan terjamin secara seimbang, inklusif, berkualitas tinggi, dan efisien.

Xi menekankan bahwa kesehatan masyarakat harus diperhitungkan dalam semua kebijakan dan tercermin dalam setiap aspek pekerjaan.

Menurutnya, pencegahan merupakan pendekatan yang paling hemat biaya dan efisien untuk melindungi kesehatan masyarakat. Ia menyerukan penekanan lebih besar pada upaya kesehatan dasar, penanganan risiko dari sumbernya, serta mendorong masyarakat untuk memiliki pemahaman yang tepat mengenai kesehatan dan berperan aktif dalam menjaga kesejahteraan mereka sendiri.

Ia juga menyerukan penguatan sistem pencegahan dan pengendalian penyakit guna mengantisipasi wabah berskala besar.

Xi menggarisbawahi perlunya optimalisasi fungsi dan tata letak struktural institusi medis agar masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan di dekat tempat tinggal mereka dan menerima pengobatan yang efektif.

Ia juga mendesak adanya upaya untuk memperbaiki mekanisme pelestarian dan pengembangan inovatif pengobatan tradisional Tiongkok, memperkuat penelitian dasar dan inovasi orisinal di sektor kesehatan, serta meningkatkan kemudahan dan kepuasan masyarakat dalam mengakses layanan medis.

Xi menekankan bahwa koordinasi pengembangan dan regulasi layanan medis, asuransi kesehatan, dan farmasi harus menjadi prioritas utama dalam reformasi sistem medis dan kesehatan Tiongkok. Ia juga menyerukan upaya untuk melatih dan mengembangkan tenaga medis berkualifikasi tinggi dalam jumlah yang memadai.

Upaya juga akan dilakukan untuk secara aktif mendorong pembangunan komunitas kesehatan global bagi semua, bekerja sama dengan negara-negara lain dalam mengatasi tantangan besar di sektor kesehatan, serta terus meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia, ujar Xi.

Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, dalam pidato penutupnya pada pertemuan tersebut, menyatakan bahwa pidato Sekretaris Jenderal Xi memberikan panduan penting bagi kemajuan program kesehatan di era baru.

Ia meminta para pejabat untuk tetap berkomitmen pada jalur pembangunan kesehatan yang berciri khas Tiongkok, serta menyelaraskan kesehatan masyarakat dengan pembangunan ekonomi dan sosial secara lebih baik.

Li juga menyerukan upaya untuk mengatasi berbagai kesulitan dan kekhawatiran mendesak masyarakat, menyempurnakan sistem diagnosis dan pengobatan berjenjang, meningkatkan pengalaman pasien, serta menyediakan layanan kesehatan yang lebih baik bagi lansia dan anak-anak, demi memperkokoh landasan bagi Inisiatif Tiongkok Sehat.