Shenzhen, Radio Bharata Online - Presiden Aljazair, Abdelmadjid Tebboune, mengakhiri kunjungan lima harinya di Tiongkok pada hari Jum'at (21/7), dengan kunjungan ke pusat teknologi Shenzhen sebagai puncak perjalanannya.
Pusat manufaktur yang dijuluki "Lembah Silikon Tiongkok" ini memamerkan perkembangan pesat yang menjadikan Shenzhen sebagai simbol pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang cepat.
Setelah tiba di Shenzhen pada hari Kamis (20/7), Presiden Tebboune memuji pertumbuhan astronomi kota di bawah kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok itu sebagai sesuatu yang ajaib, dan menambahkan bahwa Aljazair akan belajar dari pengalaman Tiongkok dan memperdalam kerja sama di berbagai bidang.
Presiden Aljazair tersebut juga meminta perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi dan memulai bisnis di negaranya. Melalui pertemuan dengan raksasa teknologi seperti BYD dan Huawei, ia bertujuan untuk mendapatkan wawasan tentang semangat inovatif Shenzhen yang dapat ia bawa kembali ke negaranya.
Kepala BYD, Wang Chuanfu, memperkenalkan produk baterai blade perusahaan kepada Presiden Tebboune dan delegasinya. Presiden menunjukkan minat yang kuat pada teknologi dan produksi baterai blade dan sistem hibrida listrik.
"Kami percaya bahwa Aljazair adalah jendela menuju Eropa dan Afrika. Jika teknologi rangkaian mesin hibrida ini, termasuk produksinya, dipindahkan ke Aljazair, ini juga merupakan pilihan yang baik dan akan ada banyak sekali peluang untuk dieksplorasi," ujar Tebboune.
Perhentian berikutnya dari perjalanan Presiden Tebboune adalah markas besar raksasa teknologi Tiongkok, Huawei. Pemimpin Aljazair itu diterima langsung oleh pendiri dan CEO Huawei, Ren Zhengfei.
Di kantor pusat Huawei, presiden Aljazair itu berjalan bersama Ren melalui pusat pameran perusahaan. Para delegasi diperkenalkan dengan tren terbaru dalam teknologi dan ekonomi digital.