Kunming, Bharata Online - China Oil and Gas Piping Network Corporation (PipeChina) mengumumkan pada hari Senin (26/10) bahwa jalur pipa minyak mentah Tiongkok-Myanmar telah menyalurkan lebih dari 100 juta ton minyak mentah hingga saat ini. Pencapaian ini memperkuat fondasi energi bagi wilayah barat daya Tiongkok dalam mengoptimalkan alokasi sumber daya minyak dan gas, serta mendukung pembangunan ekonomi dan sosial yang berkualitas tinggi.
Jalur pipa ini bermula di Myanmar dan membentang sepanjang 618 kilometer di wilayah Tiongkok, setelah masuk melalui Ruili di Provinsi Yunnan, Tiongkok Barat Daya. Dengan titik akhir di kilang Anning milik Yunnan Petrochemical, jalur pipa ini resmi beroperasi sejak Juni 2017.
Menurut Cheng Yutao, Wakil Manajer Departemen Pemasaran di kantor cabang PipeChina wilayah Yunnan, jalur pipa ini telah mengubah cara Yunnan memperoleh bahan bakar, sekaligus mengakhiri ketergantungan wilayah tersebut selama ini terhadap pasokan yang diangkut menggunakan truk dari tempat yang jauh.
"Dulu, pasokan minyak olahan di Yunnan sangat bergantung pada transportasi darat jarak jauh dari wilayah pesisir timur Tiongkok. Kini, dengan memanfaatkan jalur pipa Tiongkok-Myanmar untuk mengolah minyak mentah secara lokal di Yunnan Petrochemical, serta mendistribusikannya secara efisien melalui jaringan pipa minyak olahan di wilayah barat daya, kami telah membangun rantai industri yang lengkap—mulai dari impor minyak mentah, penyulingan, hingga distribusi produk minyak olahan," ujar Cheng.
Untuk mengatasi tantangan operasional akibat medan pegunungan Yunnan yang kompleks, pihak operator menerapkan sistem manajemen cerdas yang mencakup stasiun otomatis tanpa awak, didukung oleh tim tanggap darurat khusus. Hingga saat ini, lima stasiun cerdas telah dibangun. Saat ini, jalur pipa tersebut mampu menyalurkan 35.000 ton minyak mentah setiap harinya.