Arktik, Bharata Online - Ekspedisi Samudra Arktik ke-16 Tiongkok sedang berlangsung dengan lancar, yang melibatkan pengerahan gabungan empat kapal—kapal pemecah es Xuelong dan Xuelong 2, serta kapal penelitian Jidi dan Tansuo 3 untuk pertama kalinya guna meningkatkan kemampuan survei lingkungan yang komprehensif di laut lepas Arktik.

Ekspedisi ini merupakan misi Arktik pertama yang diselenggarakan oleh Tiongkok pada tahun 2026. Di tengah pemanasan global yang kian intensif dan suhu Arktik yang meningkat hampir empat kali lipat dari rata-rata global, penelitian mengenai perubahan cepat dan drastis pada lingkungan alam Arktik memiliki signifikansi global serta dampak internasional. Formasi empat kapal ini memungkinkan upaya penelitian yang lebih menyeluruh dan mencakup berbagai sektor.

"Pada tahun-tahun sebelumnya, kami pada dasarnya menggunakan satu kapal untuk ekspedisi. Dengan empat kapal, ekspedisi ke-16 ini terutama mencakup survei kelautan, survei stasiun es, dan penyelaman laut dalam berawak," ujar He Jianfeng, Kepala Ilmuwan Ekspedisi Samudra Arktik ke-16 Tiongkok.

Mengingat atmosfer, es laut, dan ekosistem laut saling memengaruhi satu sama lain, hanya pengamatan yang tersinkronisasi dan mencakup berbagai ranah (multi-sphere) yang dapat menangkap gambaran utuh mengenai perubahan di Arktik. Formasi multi-kapal ini telah memperluas jangkauan pengamatan di Samudra Arktik secara signifikan, memungkinkan pengukuran serentak di berbagai lokasi untuk menilai secara lebih akurat pola dasar perubahan iklim Arktik yang berlangsung cepat.

"Pengerahan empat kapal ini dapat sangat meningkatkan cakupan dan kedalaman survei secara keseluruhan. Wilayah Samudra Arktik sangatlah luas. Di masa lalu, dengan hanya mengandalkan satu kapal, area yang disurvei relatif terbatas, begitu pula dengan parameter yang diamati," kata He.

Sejauh ini, Xuelong dan Xuelong 2 telah menyelesaikan misi mereka dan kembali ke Shanghai, sementara Jidi dan Tansuo 3 masih melanjutkan ekspedisi dan diperkirakan akan kembali pada pertengahan Oktober 2026 setelah menjalani misi selama tiga bulan.