Sanya, Bharata Online - Kegiatan peliputan bersama media internasional "China Walk: Vibrant Hainan" 2026 resmi dibuka pada hari Senin (19/10), di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok Selatan. Acara yang diprakarsai oleh China Media Group (CMG) ini menghadirkan perwakilan media dan jurnalis internasional dari berbagai negara mitra, termasuk kawasan ASEAN.
Program tahun ini secara khusus menyoroti pencapaian Hainan dalam membangun Pelabuhan Perdagangan Bebas (Free Trade Port) dan memperluas keterbukaan ekonominya ke tingkat yang lebih tinggi. Melalui kegiatan ini, Tiongkok juga berupaya memperkenalkan peluang kerja sama yang saling menguntungkan, khususnya dengan negara-negara di kawasan ASEAN.
Selama rangkaian kegiatan, para peserta diajak mengunjungi berbagai titik strategis, mulai dari pusat inovasi teknologi tinggi, fasilitas konservasi lingkungan kelautan, hingga pusat kebudayaan dan destinasi wisata unggulan Hainan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang utuh dan obyektif mengenai transformasi ekonomi daerah tersebut.
Menurut Li Xuanliang, Wakil Kepala Departemen Propaganda Komite Provinsi Hainan Partai Komunis Tiongkok (PKT), tahun ini merupakan tahun pertama fase pembangunan baru Pelabuhan Bebas Perdagangan Hainan setelah diberlakukannya operasi kepabeanan khusus seluruh pulau.
Pada 18 Desember 2025, Pelabuhan Bebas Perdagangan Hainan secara resmi memberlakukan operasi kepabeanan khusus seluruh pulau. Ini merupakan tonggak penting dalam komitmen teguh Tiongkok untuk memperluas keterbukaan standar tinggi dan mendorong pembangunan ekonomi dunia yang terbuka.
"Sejak itu, manfaat kebijakan pelabuhan bebas perdagangan semakin terasa, ekosistem industri terbentuk lebih cepat, dan kapasitas keterbukaan Hainan terus meningkat. Provinsi ini kini memasuki masa pembangunan yang sangat menjanjikan," ujar Li dalam sambutannya pada acara pembukaan "China Walk: Vibrant Hainan" 2026.
Selain itu, Li juga mengungkapkan bahwa sejak pemberlakuan operasi kepabeanan khusus hingga akhir Juli tahun ini, total impor barang di bawah kebijakan bebas tarif mencapai 3,624 miliar yuan (sekitar 9,7 triliun rupiah), dengan penghematan pajak sebesar 598 juta yuan (sekitar 1,6 triliun rupiah).
Penjualan domestik barang yang memenuhi syarat pembebasan tarif di bawah kebijakan pemrosesan nilai tambah mencapai 759 juta yuan (sekitar 2 triliun rupiah), menghasilkan penghematan tarif lebih dari 44,6 juta yuan (sekitar 120 miliar rupiah).
Kebijakan masuk bebas visa juga telah diperluas untuk mencakup 88 negara. Jumlah perjalanan penumpang lintas batas mencapai 1,818 juta, naik 27,1 persen secara tahunan. Di antaranya, 473 ribu adalah kedatangan bebas visa, meningkat 40 persen.
"Angka‑angka ini menceritakan gambaran yang lebih luas: bagaimana Pelabuhan Bebas Perdagangan Hainan memanfaatkan keterbukaan standar tinggi untuk mendorong pembangunan berkualitas tinggi dan mengubah keunggulan kebijakan menjadi hasil nyata," kata Li.
Setelah acara pembukaan, para peserta mengunjungi Sanya Yucai Ecological Zone dan Youqi Toucan No.1 Durian Base.