New York, Bharata Online - Saat Sudan Selatan bersiap menyambut pemilihan umum pertamanya tahun ini, menjaga stabilitas nasional menjadi prioritas utama bagi negara tersebut. Hal ini ditegaskan oleh seorang utusan Tiongkok untuk PBB pada hari Kamis (6/8).
Sun Lei, Kuasa Usaha Ad Interim Tiongkok untuk PBB, menyampaikan pernyataan tersebut dalam sidang terbuka Dewan Keamanan PBB mengenai Sudan Selatan di New York.
"Baru-baru ini, Komisi Pemilihan Umum Nasional Sudan Selatan secara resmi mengumumkan bahwa pemilihan umum akan diselenggarakan pada akhir tahun ini. Proses transisi telah mencapai tahap krusial, dan menjaga stabilitas nasional merupakan prasyarat mendasar. Kami menyerukan kepada semua pihak untuk tetap tenang dan menahan diri, menghindari kekerasan, serta mencegah segala bentuk eskalasi," ujar Sun.
"Perlindungan terhadap warga sipil dan pekerja kemanusiaan merupakan batasan mutlak (red line) dalam hukum humaniter internasional yang wajib dipatuhi oleh semua pihak. Tiongkok mendukung pemerintah Sudan Selatan dan Misi PBB di Sudan Selatan dalam upaya lebih lanjut memajukan dialog antar-komunitas, menerapkan langkah-langkah untuk membangun rasa saling percaya, serta memupuk kehidupan berdampingan yang harmonis dan solidaritas di antara masyarakatnya," kata Sun.
Komisi Pemilihan Umum Nasional (National Elections Commission/NEC) Sudan Selatan pada hari Senin (3/8) lalu mengumumkan bahwa pemilihan umum pertama negara itu sejak meraih kemerdekaan pada tahun 2011 akan diselenggarakan pada tanggal 22 Desember 2026.