Laut Tiongkok Selatan, Bharata Online - Konstruksi struktur utama untuk anjungan pusat ladang gas Dongfang 1-1, proyek percontohan pertama di Tiongkok yang menerapkan teknologi injeksi karbon lepas pantai untuk meningkatkan produksi gas alam, telah rampung pada hari Minggu (4/10).
Anjungan pusat yang baru di ladang gas tersebut kini telah memasuki tahap uji coba operasional (commissioning). Setelah beroperasi penuh, proyek ini dirancang untuk menyimpan lebih dari satu juta ton karbon dioksida secara permanen di bawah tanah setiap tahunnya, sehingga mendukung pengurangan emisi berskala besar dalam industri energi lepas pantai Tiongkok.
Gas alam yang diekstraksi dari dasar laut sering kali mengandung karbon dioksida dalam jumlah besar. Secara konvensional, gas yang kaya karbon ini diangkut ke fasilitas pengolahan di darat untuk proses dekarbonisasi terpusat, sebuah praktik yang melibatkan biaya transportasi tinggi, siklus operasi yang panjang, dan emisi karbon yang signifikan.
Sebagai perbandingan, proyek injeksi karbon lepas pantai di ladang gas Dongfang 1-1 mampu menangkap dan memurnikan karbon dioksida yang dihasilkan selama ekstraksi gas alam, kemudian memberikan tekanan dan menyuntikkannya kembali ke dalam reservoir yang mengandung gas. Proses ini mendorong ekstraksi gas alam yang sulit diperoleh sekaligus menyimpan karbon dioksida secara permanen, sehingga meningkatkan hasil produksi ladang gas dan mengurangi emisi karbon langsung dari sumbernya.
Ladang gas Dongfang 1-1 merupakan ladang gas lepas pantai pertama yang dioperasikan secara mandiri oleh Tiongkok sekaligus ladang gas lepas pantai utama dengan kandungan CO2 yang tinggi. Sejak produksi dimulai pada tahun 2003, ladang ini telah menghasilkan lebih dari 50 miliar meter kubik gas alam.