Tiongkok, Bharata Online - Sebuah film dokumenter Tiongkok yang baru dirilis menyajikan gambaran langka mengenai tindakan keras negara tersebut terhadap jaringan penipuan telekomunikasi lintas batas di Myanmar Utara, sekaligus menyoroti peran krusial langkah-langkah penanggulangan berbasis teknologi dalam operasi tersebut.
Bertajuk "Berakhirnya Penipuan Telekomunikasi di Myanmar Utara", film dokumenter tiga bagian ini diproduksi bersama oleh Kementerian Keamanan Publik Tiongkok dan China Media Group, serta ditayangkan secara nasional di CCTV pada hari Senin (5/10). Film ini mengungkap kondisi kejam di dalam lokasi operasi penipuan telekomunikasi di Myanmar Utara, tempat aksi penipuan terutama menyasar warga negara Tiongkok.
Dokumenter tersebut membeberkan metode terselubung yang digunakan oleh komplotan penipu, seperti mencuri sinyal komunikasi Tiongkok agar aksi penipuan mereka tampak sangat meyakinkan.
"Sebagai contoh, mereka diam-diam memasang jembatan nirkabel (wireless bridge), kabel, dan serat optik untuk menarik sinyal jaringan domestik ke Muse (sebuah kota di Myanmar) agar dapat digunakan dari jarak jauh; hal ini memungkinkan mereka untuk menyamar sebagai pengguna yang berada di dalam wilayah Tiongkok dan melancarkan aksi penipuan," ujar Zhang Zheng, Inspektur Tingkat Dua di Biro Administrasi Keamanan Siber, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok.
Menurut dokumenter tersebut, tim ahli dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok bekerja sama dengan aparat keamanan publik untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap peralatan ilegal di sejumlah wilayah utama.
Hanya dalam waktu tiga bulan, mereka memblokir 75.000 nomor telepon seluler dan lebih dari 4.000 akun broadband yang terkait dengan penipuan, serta menertibkan hampir 100 jembatan nirkabel, sehingga secara efektif memutus saluran komunikasi antara pelaku penipuan dan pengguna di dalam wilayah Tiongkok.