Bharata Online - Pada hari Selasa, Tiongkok merilis laporan mengenai etika kecerdasan berwujud fisik (embodied intelligence), bidang yang mencakup mesin yang mampu menangkap informasi sensorik, mengambil keputusan, dan bertindak di dunia fisik.
Laporan tersebut memandang, etika kecerdasan berwujud fisik sebagai bagian dari etika AI yang lebih luas. Laporan ini menyoroti enam area risiko, meliputi dampak buruk terhadap otonomi manusia, hubungan sosial, dan hak-hak pengembangan, cedera fisik dan ancaman terhadap keselamatan publik; pelanggaran privasi dan penyalahgunaan informasi pribadi; bias, diskriminasi, dan pengucilan dari layanan; kesalahan identifikasi, penilaian kemampuan yang berlebihan; serta akuntabilitas yang tidak jelas, di mana insiden sulit untuk direkonstruksi.
Laporan tersebut menetapkan lima tingkat risiko, mulai dari R1 hingga R5, berdasarkan tingkat keparahan dampaknya. Selain itu, laporan ini menjabarkan enam prinsip tata kelola dasar, yakni berpusat pada manusia, aman, dapat dikendalikan, melindungi privasi, adil dan inklusif, transparan dan dapat dijelaskan, serta akuntabel dan dapat dilacak.
Zhang Shizong, wakil direktur Pusat Penelitian TI di Institut Standardisasi Elektronika Tiongkok (CESI), mengatakan, persyaratan etis harus diintegrasikan ke dalam setiap tahapan siklus hidup produk AI berwujud fisik, mulai dari desain, penelitian dan pengembangan, penerapan, operasi dan layanan, hingga penonaktifan, dan setiap tahapan harus memiliki persyaratan perlindungan, serta pembagian tanggung jawab yang jelas.
Zhang menjelaskan bahwa langkah-langkah pengamanan tersebut bekerja melalui tiga cara: pembatasan tindakan mesin demi menjaga keselamatan fisik; pengendalian data yang dikumpulkan untuk melindungi data sensorik; serta pemberian tanda yang jelas, bahwa perangkat tersebut adalah mesin, disertai mekanisme untuk mematikannya, guna mempertahankan kemampuan pengguna dalam menentukan pilihan.
Zhang menegaskan, Tiongkok akan mempercepat penyusunan standar nasional, termasuk pedoman tata kelola etis, untuk AI dan kecerdasan berwujud fisik. (CGTN)