New York, Bharata Online - Seorang utusan Tiongkok menyatakan bahwa Filipina sebaiknya berhenti membesar-besarkan isu Laut Tiongkok Selatan di forum multilateral dan justru kembali ke jalur bilateral.

Saat menggunakan hak jawab dalam Debat Umum sesi ke-81 Majelis Umum PBB pada hari Senin (28/9), Sun Lei, Wakil Tetap Tiongkok untuk PBB, mengatakan bahwa terkait pernyataan Filipina yang disampaikan dalam debat hari Sabtu (26/9), Tiongkok secara konsisten berpendirian bahwa PBB bukanlah forum yang tepat untuk membahas isu Laut Tiongkok Selatan.

Namun, ia mengatakan bahwa Tiongkok merasa perlu memberikan tanggapan tegas terhadap klaim keliru yang relevan dari pihak Filipina.

Menurutnya, posisi Tiongkok mengenai apa yang disebut sebagai "arbitrase Laut Tiongkok Selatan" telah konsisten dan jelas. Sun mengatakan langkah sepihak Filipina untuk memulai arbitrase melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional, termasuk persetujuan negara dan asas *pacta sunt servanda*, serta bertentangan dengan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS).

Ia mengatakan "majelis arbitrase" tersebut telah melampaui wewenangnya dan menyalahgunakan yurisdiksinya. Sun pun menegaskan bahwa apa yang disebut sebagai "putusan" yang dihasilkannya adalah ilegal, serta batal demi hukum. Tiongkok tidak menerima maupun mengakui "putusan" tersebut, serta menentang dan tidak akan pernah menerima klaim atau tindakan apa pun yang timbul darinya.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan baik untuk melindungi hak dan kepentingan wilayah serta maritim Tiongkok sendiri, maupun untuk menjunjung tinggi supremasi hukum maritim internasional serta tatanan maritim internasional yang adil dan setara.

"Tindakan pihak Filipina yang terus menggembar-gemborkan 'putusan' tersebut sepuluh tahun setelah diterbitkan adalah sia-sia. Faktanya, 'putusan' tersebut tidak hanya gagal menyelesaikan masalah maritim antara Tiongkok dan Filipina, tetapi justru semakin menjadi alat bagi Filipina untuk memperluas klaim wilayah dan maritimnya, memperparah ketegangan kawasan, serta menjadi batu sandungan dalam hubungan Tiongkok-Filipina maupun bagi perdamaian dan stabilitas di Laut Tiongkok Selatan. Terkait isu wilayah dan sengketa delimitasi maritim, Tiongkok tidak menerima solusi penyelesaian sengketa apa pun yang dipaksakan kepadanya, dan secara konsisten menganjurkan penyelesaian sengketa melalui negosiasi dan konsultasi dengan negara-negara yang berkepentingan secara langsung," ujar Sun.

Ia mengatakan bahwa Tiongkok akan terus bekerja sama dengan negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut Tiongkok Selatan.

Sun menyatakan bahwa Tiongkok mendesak Filipina untuk berhenti membesar-besarkan masalah ini di forum multilateral, segera kembali ke jalur yang tepat melalui konsultasi bilateral, bekerja sama dengan Tiongkok dalam mengelola sengketa Laut Tiongkok Selatan, serta bahu-membahu menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.