Beijing, Radio Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin, pada hari Senin (14/8) mengatakan bahwa pengakuan terhadap prinsip satu Tiongkok dan pengembangan hubungan dengan Tiongkok memenuhi kepentingan fundamental Guatemala dan rakyatnya.
Wang membuat pernyataan tersebut dalam sebuah konferensi pers di Beijing ketika diminta untuk mengomentari laporan bahwa Bernardo Arevalo, calon presiden dari partai Gerakan Benih Guatemala, kemungkinan besar akan memenangkan pemungutan suara putaran pertama pada pemilihan umum di negara tersebut.
Sebelumnya, seorang analis politik Guatemala mengatakan bahwa Arevalo akan mengakui prinsip satu Tiongkok dan membuat negaranya menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok jika ia memenangkan pemilihan presiden.
"Hanya ada satu Tiongkok di dunia. Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok adalah satu-satunya pemerintah yang sah yang mewakili seluruh Tiongkok. Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah Tiongkok. Prinsip satu Tiongkok adalah norma yang diakui secara universal dalam hubungan internasional dan merupakan konsensus yang berlaku di masyarakat internasional. Fakta bahwa 182 negara telah menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok berdasarkan prinsip satu Tiongkok sepenuhnya menunjukkan bahwa menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok adalah pilihan tepat yang sesuai dengan tren sejarah dan zaman," jelas Wang.
"Tiongkok adalah sumber impor terbesar kedua bagi Guatemala dan tujuan ekspor terbesar kelima. Mengakui prinsip satu Tiongkok dan mengembangkan hubungan dengan Tiongkok sesuai dengan kepentingan fundamental Guatemala dan rakyatnya. Kami berharap Guatemala akan memilih untuk berdiri di sisi yang benar dalam sejarah dan membuat keputusan yang tepat yang melayani kepentingan fundamental dan jangka panjang negara dan rakyatnya," imbuhnya.